Senin, 1 Juni 2026

Berita Aceh Besar

Duta Besar Uni Eropa Bertemu Wali Nanggroe Aceh, Ini yang Dibahas

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket datang ke Aceh untuk memantau langsung perkembangan Aceh, Selasa (3/3/2020)

Tayang:
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Wali Nanggroe, Tgk Malek Mahmud Al Haytar berbicara dengan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket saat melakukan kunjungan ke Kompleks Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar, Selasa (3/3/2020) 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket datang ke Aceh untuk memantau langsung perkembangan Aceh, Selasa (3/3/2020).

Vincent mengadakan pertemuan khusus dengan Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al Haytar di Kompleks Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar.

Kedatangan Vincent yang mengaku baru pertama ke Aceh ini juga merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Wali Nanggroe ke Kedubes Uni Eropa di Jakarta pada 19 Februari 2020.

Ada Gejala Demam, Pilek dan Batuk Usai Pulang Umrah, Lima Warga Diisolasi di Rumah Sakit

Pertemuan selama hampir dua jam tersebut berlangsung tertutup.

“Kita menyampaikan banyak hal terkait persoalan Aceh.

Soal keamanan di Aceh yang kondusif, masalah pertumbuhan ekonomi.

Dan kita juga sampaikan bagaimana caranya investor dari Uni Eropa bisa datang ke Aceh, turut membangun Aceh,” kata Malik Mahmud usai pertemuan.

Bawa Bom Ikan, Perahu Nelayan Meledak, 1 Orang Meninggal

Kepada Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Wali Nanggroe menyampaikan persoalan yang dihadapi Aceh, yaitu soal hasil perundingan MoU Helsinki yang masih banyak belum terealisasi oleh Pemerintah Indonesia.

Wali Nanggroe mengatakan bahwa akan ada perundingan lanjutan antara Aceh dengan tim Pemerintah Pusat untuk membicarakan penyelesaian implementasi MoU Helsinki.

“Seperti yang disampaikan Presiden tempo hari, dalam masa tiga bulan ini kita akan terus melakukan pertemuan antara tim Aceh dengan tim Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Kenali Gejala HIV Pada Pria, Sakit Tenggorokan Hingga Kelelahan, Jangan Diabaikan Karena Bisa Fatal

Selain itu, Wali Nanggroe menyebutkan poin-poin MoU Helsinki yang belum terimplementasi kepada Vincent.

Diantaranya soal pertanahan, dan pemberdayaan ekonomi, serta kebijakan investasi di Aceh.

Sementara Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket mengatakan Uni Eropa sudah terlibat secara mendalam sejak pertama kali perjanjian damai antara Aceh dengan Republik Indonesia pada 2005 silam. 

Pertemuan dengan Wali Nanggroe juga membicarakan masalah kerjasama dan strategi bagaimana Uni Eropa bisa terlibat lebih dekat dalam menjaga perdamaian dan implementasi MoU Helsinki.

Disisi lain, ia juga menyatakan ada banyak hal positif yang telah dicapai Aceh khususnya dari sisi pembangunan pascatsunami.

VIDEO - TA Khalid Gelar SIlaturrahmi Dengan Kader dan Simpatisan di Bireuen

“Kami akan tetap ikut serta, (khususnya) dalam mempromosikan pembangunan ekonomi, kampanye kebijakan lingkungan, juga terbuka peluang pertukaran pendidikan dan peningkatan sumberdaya manusia,” kata Vincent.

Vincent menjelaskan bahwa antara Indonesia dengan Uni Eropa telah terjalin kerjasa bisnis melalui perdagangan bebas atau yang dikenal dengan European Union-Indonesia Free Trade Agreement (EUIFTA). 

“Kita berharap Aceh juga dapat mengambil keuntungan dari perjanjian ini,” kata Vincent.

Di akhir pertemuan, Wali Nanggroe berkesempatan menyerahkan buku profil Lembaga Wali Nanggroe dan buku tentang Kawasan Ekosistem Leuser, serta kopi khas Aceh kepada Vincent.

Sedangkan Vincent membalas dengan menyerahkan plakat Uni Eropa kepada Wali Nanggroe.(*)

Suami Kurung Istrinya di Kamar Mandi, Karena Takut Terkena Virus Corona

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved