Kupi Beungoh
Komunikasi Dua Sahabat Aceh - India Terkait Kondisi Terkini Kerusuhan di India
Ada rasa rindu yang tiba-tiba membuncah, mengingat tentang mereka saat kami masih sama-sama berjuang dulu.
Ada rasa rindu yang tiba-tiba membuncah, mengingat tentang mereka saat kami masih sama-sama berjuang dulu.
Penulis: Muhammad Nasril, Kasubbag KUB Kanwil Kemenag Aceh
DUA tahun lalu, itu terakhir kali kami bertegur sapa bertanya soal kabar.
Itu pun hanya sesekali melalui sosial media pesan facebook.
Setelah menyelesaikan pendidikan, kami kembali ke negara masing-masing.
Saya balik ke Aceh, dan mereka (sahabat saya) kembali ke India.
Sudah hampir belasan tahun.
• Warga Diminta Waspadai Penyakit Scabies, Ini Pesan Kadis Kesehatan Aceh Barat
Lama tidak berkomunikasi dengan para sahabat ini.
Ada rasa rindu yang tiba-tiba membuncah, mengingat tentang mereka saat kami masih sama-sama berjuang dulu.
Saat menimba ilmu di Al Azhar Cairo dulu ada tujuh sahabat dekat saya, kami selalu bersama.
Tapi, di antara mereka Muhammad Rafiq paling saya ingat.
Dulu kami sering berdebat mengenai persoalan fiqih.
Jangankan kalah, seri pun dia tidak pernah mau.
• Delapan Tim Siap Meriahkan Turnamen Voli BLP Cup 2020 di Lhokseumawe, Ini Hadiah Diperebutkan
Biasanya, Rafiq berpegang teguh dengan pemahaman Mazhab Syafi'i dan rujukan utamanya adalah kitab Tuhfah.
Menjadi Penerang
Sekarang, mereka telah menjadi penerang dan muballiq di negaranya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/muhammad-nasril.jpg)