Jumat, 8 Mei 2026

Banjir Subulussalam

Selain Banjir, Cuaca Esktrem di Subulussalam Juga Berdampak Jalan Aceh - Medan Rawan Longsor  

jalan nasional menghubungkan Aceh-Medan via Subulussalam maupun sebaliknya lumpuh total.

Tayang:
Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Hujan deras yang menguyur Kota Subulussalam sejak Senin sore (2/3/2020) menyebabkan banjir di kawasan Tambar Lihe, Desa Danau tras, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Akibatnya, jalan nasional yang menghubungkan Aceh-Medan via Subulussalam maupun sebaliknya lumpuh total. (DOK SAMSUARDIN) 

Hampir tiap hari hujan deras terus di Subulussalam, ada beberapa titik bukit-bukit yang rawan longsor dan menimbun jalan.

Untuk itu, para pengendara diingatkan agar berhati-hati karena jalur ini sangat rawan longsor, terutama di musim hujan seperti sekarang ini.

Para pengendara sebaiknya menghentikan perjalanan bila terjadi hujan dan angin kencang karena selain longsor juga raw an pohon tumbang.

Pengendara yang sedang melakukan perjalanan dari Aceh ke Medan atau sebaliknya agar berhati-hati saat melintas di kawasan Lae Ikan-Pakpak Bharat karena sangat rawan longsor apalagi musim hujan seperti sekarang.

Sebelumnya dilaporkan hujan deras yang menguyur Kota Subulussalam sejak Senin sore (2/3/2020) menyebabkan banjir di kawasan Tambar Lihe, Desa Danau tras, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

Akibatnya, jalan nasional yang menghubungkan Aceh-Medan via Subulussalam maupun sebaliknya lumpuh total.

Informasi yang dihimpu Serambinews.com, banjir ulai naik ke permukaan badan jalan sekitar pukul 20.00 WIB tadi, Banjir menggenai badan jalan hingga setinggi pinggang orang dewasa  persis di Desa Danau Tras, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

“Banjirnya besar kali, sekarang mobil besar pun tidak bisa lewat,” kata Samsuardin, seorang pengendara yang terjebak di lokasi banjir saat dikonfirmasi Serambinews.com

Samsuardin mengatakan sejauh ini sejumlah kendaraan pribadi dan angkutan umum mulai berhenti karena takut menerobos genangan air yang cukup deras.

Bahkan dia yang semula melintas dari Subulussalam menuju Sultan Daulat juga tejebak di lokasi.

Kini, kata Samsuardin, mulai terjadi antrian panjang  kendaraan berbagai jenis dari arah Medan maupun sebaliknya. 

Banjir ini sendiri terjadi akibat meluapnya dua sungai besar yakni Sungai Sibelagen dan Sarkea, sejak pukul 20.00 malam.

Dikatakan, awalnya  sungai yang meluap hanya di kawasan Tambar Lihe, Dusun Danau, Desa Kuta Cepu, Kecamatan Simpang Kiri.

Selanjutnya,  dalam hitungan menit banjir terus meninggi dan menenggelamkan ratusan meter badan jalan daerah itu.

Genangan banjir mencapai ratusan meter yang kedalamannya lebih parah dan arusnya cukup deras.

Menurut Samsuardin, banjir tersebut sulit dilintasi karena jika salah-salah mobil dapat hanyut atau terperosok ke parit.

Samsuardi pun menyarankan para pengguna jalan terutama kendaraan berbodi kecil dan sepeda motor untuk tidak menerobos genangan banjir.  (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved