Selasa, 14 April 2026

Banjir Subulussalam

Selain Banjir, Cuaca Esktrem di Subulussalam Juga Berdampak Jalan Aceh - Medan Rawan Longsor  

jalan nasional menghubungkan Aceh-Medan via Subulussalam maupun sebaliknya lumpuh total.

Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Hujan deras yang menguyur Kota Subulussalam sejak Senin sore (2/3/2020) menyebabkan banjir di kawasan Tambar Lihe, Desa Danau tras, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Akibatnya, jalan nasional yang menghubungkan Aceh-Medan via Subulussalam maupun sebaliknya lumpuh total. (DOK SAMSUARDIN) 

Jalan nasional menghubungkan Aceh-Medan via Subulussalam maupun sebaliknya lumpuh total.

Laporan Khalidin│Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Cuaca ekstrem, yakni hujan deras dan petir masih  melanda Kota Subulussalam dan sekitarnya hingga Senin (2/3/2020) tengah malam ini.

Hujan deras  ini telah berlangsung saban sore bahkan hingga malam hari. 

Kondisi terkini di kawasan Tambar Lihe, Desa Danau Tras, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, jalan nasional menghubungkan Aceh-Medan via Subulussalam maupun sebaliknya lumpuh total.

Cuaca ekstrem ini telah terjadi sejak akhir tahun lalu.

Dalam beberapa waktu terakhir sempat mereda, namun kembali terjadi sepekan ini.

Komunikasi Dua Sahabat Aceh - India Terkait Kondisi Terkini Kerusuhan di India

Miniatur Sepeda dan Becak Turut Disikat Komplotan Pencuri di Aceh Tamiang

VIDEO - Studi Manajemen Masjid, Wabup Abdya Live di Radio Masjid Agung Sunda Kelapa Jakarta

Hujan deras pun sore ini  kembali terjadi menguyur Kota Sada Kata itu Akibat tingginya intensitas hujan sejumlah badan jalan nasional lumpuh akibat direndam banjir.

Kondisi ini membuat jalur Aceh-Medan via Kota Subulussalam rawan longsor.

Akibat hujan deras dan angin kencang juga rawan longsor di sejumlah titik. 

Longsor terjadi akibat tanah yang semula kering saat kemarau akan labil ketika diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Warga Aceh yang melakukan perjalanan ke Medan Sumatera Utara di lintasan Subulussalam dimbau untuk lebih waspada tanah longsor yang kerap terjadi di jalur tersebut.

Berdasarkan catatan Serambinews.com, lokasi yang rawan longsor itu beberapa kilo meter berada di jalur sejak dari Desa Jontor dan Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, hingga ke Kabupaten Pakpak Bharat, Sumut. 

Hal itu lantaran sepanjang jalan berada di lereng pebukitan dan tanahnya labil.

Sementara di sisi sebelah kanan arah Medan terdapat jurang dengan kedalaman puluhan meter.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved