Kamis, 9 April 2026

Berita Luar Negeri

20 Polisi dan Tentara Afghanistan Dibunuh, Amerika Serikat Gempur Taliban

AS menggelar serangan udara yang menggempur Taliban, setelah insiden mematikan yang membunuh 20 tentara dan polisi Afghanistan.

Editor: Muhammad Hadi

SERAMBINEWS.COM - AS menggelar serangan udara yang menggempur Taliban, setelah insiden mematikan yang membunuh 20 tentara dan polisi Afghanistan.

Serangan itu terjadi setelah kedua kubu meneken kesepakatan, membuat impian perdamaian di negara itu berada dalam tanda tanya.

Selain itu, serangan udara di Provinsi Helmand terjadi beberapa jam setelah percakapan telepon Presiden Donald Trump dengan pemimpin sayap politik Taliban.

Juru bicara Pasukan AS-Afghanistan, Sonny Leggett mengatakan, serangan udara itu menargetkan milisi yang aktif menyerang tentara pemerintah di Helmand.

Erick Thohir Bergegas Masuk Mobil, Saat Ditanya Rencana Kirim 2 Juta Masker Untuk Bos Inter Milan

Dalam kicauannya di Twitter sebagaimana diberitakan AFP Rabu (4/3/2020), Leggett menuturkan bahwa serangan itu adalah bentuk pertahanan.

"Kami menyerukan kepada Taliban untuk menghentikan serangan tak berujung ini dan memegang komitmen mereka," tegas Leggett.

Dia menambahkan, melalui serangan udara yang digelar, Negeri "Paman Sam" menunjukkan bahwa mereka bisa melindungi sekutu mereka saat dibutuhkan.

Dia menerangkan kelompok pemberontak tersebut sudah melancarkan setidaknya 43 kali gempuran melawan pasukan pemerintah di Helmand pada Selasa (3/3/2020).

Kelangkaan Masker Ekses Virus Carona, Polisi Cek ke Sejumlah Apotik di Lhokseumawe, Ini Hasilnya

Berdasarkan keterangan pejabat provinsi, serangan tersebut menewaskan 20 polisi dan tentara, jelang pembicaraan damai dua kubu pada 10 Maret mendatang.

Safiullah Amiri mengungkapkan, Taliban menyerang setidaknya tiga pos militer terluar yang berlokasi di distrik Imam Shahib, Kunduz.

VIDEO - Polres Bener Meriah Ungkap 13 Kasus Narkoba, Amankan 14 Tersangka dan Barang Bukti

Kemudian mereka melanjutkan bombardirnya di Provinsi Uruzgan pada Selasa malam, yang dibenarkan juru bicara gubernur, Zergai Ebadi.

Sebelumnya berdasarkan klaim Taliban, Trump mengobrol via telepon dengan pemimpin sayap politik pemberontak, Mullah Baradar, selama 35 menit.

"Kami melakukan percakapan panjang yang bagus hari ini (Selasa), dan kalian tahu, mereka ingin mengakhiri kekerasan ini," kata Trump.

Presiden 73 tahun itu sudah menekankan kesepakatan yang diteken di Doha, Qatar, pekan lalu itu bertujuan mengakhiri konflik berusia 18 tahun.

Berdasarkan perjanjian yang disetujui, Pentagon beserta sekutunya akan menarik seluruh pasukan mereka paling lambat 14 bulan mendatang.

Perbaiki Pipa Bocor Sebabkan Rembesan Minyak, SPBU Blang Muko Nagan Raya Ditutup Sementara

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved