Mogok Kerja THL
Sidak Dewan ke RSUD Cut Nyak Dhien Sempat Tegang, Terkait Mogok Kerja THL
Pihak rumah sakit sempat marah saat mengetahui kedatangan beberapa anggota DPRK ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Sidak yang dilakukan oleh Anggota DPRK Aceh Barat, Selasa (3/3/2020) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh sempat terjadi ketegangan dengan pihak rumah sakit setempat.
Salah satu pihak rumah sakit sempat marah saat mengetahui kedatangan beberapa anggota DPRK ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Kejadian itu saat para anggota dewan dan awak media yang sedang mengabadikan foto di di lokasi IDG datang seorang perempuan dan mempertanyakan izin pengambilan foto.
Ia merasa tersinggung atas pengambilan foto saat itu, sehingga ia sempat terjadi adu argument dengan anggota dewan yang sama-sama emosi saat itu, dimana seorang perempuan bersikeras melarang medokumentasi suasana di ruangan IGD.
“KaMI datang kemari lantara adanya laporan tentang mogok kerja para Tenaga Harian Lepas (THL) di ruang IGD akibat gajinya selama 2 bulan belum dilakukan pembayaran, tapi sayang salah satu pejabat di sini tidak paham tugas dan fungsi dewan,” jelas Wakil Ketua DPRK Aceh Barat Ramli SE kepada Serambinews.com, Selasa (3/3/2020) di depan ruang IGD rumah sakit tersebut.
Disebutkan, sikap dari salah satu pejabat yang merupakan wakil direktur yang baru dilantik itu menurutnya sudah berlebihan yang seakan dia sudah berkuasa semuanya.
Menurutnya sikap arogan itu tidak pantas diperlihatkan di depan umum yang ditonton oleh banyak orang di rumah sakit.
Dalam suasana yang sempat memanas antara DPRK dan petugas tersebut, akhirnya dilakukan diskusi bersama dengan Direktur Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien, Meulaboh di sebuah ruangan di rumah sakit itu.
Dan Direktur Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Meulaboh, dr Muhammad Furqansyah, meminta maaf kepada pihak DPRK maupun wartawan yang sempat terjadi kesalahpahaman saat itu.(*)
• Pabrik Tembakau Gorila Digerebek Polisi, Harga Rp 40 Juta Per Kilogram, Lebih Berbahaya dari Ganja
• Begini Perjalanan Kasus Dugaan Proyek Fiktif di BPKD dan DPUPR Subulussalam
• Polisi Gerebek Tempat Penimbunan Masker, 350 Kardus Masker Diamankan di Apartemen Tanjung Duren
• RSUZA Banda Aceh dan RSUD Cut Meutia Lhokseumawe Sebagai Rumah Sakit Rujukan Pasien Virus Corona
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/fotorontgen.jpg)