Serambi Award 2020

UTU, Kampus Terhijau Se-Aceh

“Peringkat kami meningkat, karena UTU terus melakukan beberapa program green campus. Di antaranya pengurangan pemakaian kertas dan plastik,

Editor: IKL
for Serambinews.com
Pemimpim Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur menyerahkan sertifikat Serambi Award 2020 kepada Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Prof Dr Jasman J Ma'ruf MBA. 

UTU, Kampus Terhijau Se-Aceh

Plakat serambi Award Universitas Teuku Umar
Plakat serambi Award Universitas Teuku Umar (for Serambinews.com)

DI antara empat perguruan tinggi yang memperoleh Serambi Award Tahun 2020 dari manajemen Harian Serambi Indonesia tadi malam adalah Universitas Teuku Umar (UTU) . Kategori award untuk kampus negeri yang berada di Meulaboh, Aceh Barat, ini adalah “Kampus Hijau Berbasis Agroindustri dan Marina”.

Wajar saja UTU mendapat penghargaan untuk kategori ini dari Serambi Indonesia tahun ini. Soalnya, UTU memiliki komitmen yang tinggi dalam pengelolaan lingkungan kampus menjadi kampus ramah lingkungan.

Terkait komitmen ini, UTU sudah empat kali sejak 2016 meraih predikat Kampus Terhijau di Aceh. Yang melakukan penilaian dan pemeringkatan ini adalah Universitas Indonesia (UI) melalui program berlevel dunia yang dinamakan UI GreenMetric World University Rankings.

Plt Gubernur Aceh Minta Masyarakat Tetap Waspadai Penyebaran Virus Corona

Bobot indikator penilaiannya terdiri atas keadaan dan infrastruktur kampus (15%), energi dan perubahan iklim (21%), pengelolaan sampah (18%), penggunaan air (10%), transportasi (18%), dan pendidikan (18%).

Menurut Ketua UI GreenMetric, Prof Riri Fitri Sari, pemeringkatannya terbagi dua: peringkat di dunia dan peringkat di Indonesia. Nah, pada tahun 2019 UTU dinobatkan sebagai Kampus Terhijau di Aceh dan menempati peringkat ke22 secara nasional, setingkat di bawah ITB.

Sedangkan secara internasional, UTU berada di peringkat 422 dari 780 universitas di 85 negara yang dinilai. Pada tahun yang sama, Unsyiah sebagai kampus negeri tertua di Aceh berada di peringkat 454. Kampus terhijau sedunia justru berada di Belanda.

Dari segi pembobotan, prestasi UTU lebih meningkat dibandingkan tahun 2018. Saat itu UTU berada di peringkat 23 secara nasional dan peringkat 423 secara internasional. Tahun itu, total nilai yang diraih UTU baru 3.750, sedangkan tahun 2019 nilainya 4.800. Total nilai ini meningkat bukan tanpa usaha keras dan terencana. Kepada Serambi, Rektor UTU, Prof Dr Jasman J. Ma’ruf MBA membuka rahasia di balik kesuksesan itu.

Muncul Penyakit Misterius di Afrika, Pasien Alami Mata Menguning dan Pendarahan hingga Meninggal

“Peringkat kami meningkat, karena UTU terus melakukan beberapa program green campus. Di antaranya pengurangan pemakaian kertas dan plastik, Program Bring Your Own Bottle, dan Bicycle on Campus,” kata Prof Jasman di Banda Aceh, Selasa lalu.

FOTO BERSAMA - Pimpinan Universitas Teuku Umar  foto bersama Dr Stephane Dovert (Konselor Kerja Sama, Direktur Nasional Institut Prancis) di depan Ruang Kuliah Terintegrasi UTU, sebelum membahas kelanjutan kerja sama UTU dengan Kedutaan Prancis di Kampus UTU, Meulaboh, 6 Februari 2020.
FOTO BERSAMA - Pimpinan Universitas Teuku Umar foto bersama Dr Stephane Dovert (Konselor Kerja Sama, Direktur Nasional Institut Prancis) di depan Ruang Kuliah Terintegrasi UTU, sebelum membahas kelanjutan kerja sama UTU dengan Kedutaan Prancis di Kampus UTU, Meulaboh, 6 Februari 2020. (for Serambinews.com)

Konkretnya, UTU di bawah kepemimpinan Jasman telah melakukan banyak usaha dan inovasi agar kampus yang berdiri sejak 1987 dan negeri pada 2014 ini terus “ijo royo-royo” dan menjadi pusat pengembangan agroindustri dan marina.

Untuk mendukung konsep green campus, UTU kini menyediakan 100 unit sepeda di lingkungan kampus yang bebas dipakai oleh mahasiswa saat bepergian dari satu gedung ke gedung yang lain, asalkan tidak dibawa pulang. Ini upaya UTU untuk mengurangi polusi.

UTU juga sudah memiliki Ruang Kuliah Terintegrasi (RKT) yang dibangun dengan konsep green building. Memiliki 70 ruang kelas, gedung ini sudah sejak awal dirancang pencahayaan dan udara di dalamnya benar-benar memadai.

Wabup Pidie Pimpin Rapat Siaga Virus Corona, Ini yang Dibahas

Tahun 2020 ini, UTU melanjutkan pembangunan RKT yang berisi 20 ruang prodi, 20 ruang laboratorium nonpolutan, dan ruang dosen. Tak berlebihan pula bila Staf Khusus Milenial Presiden RI, Gracia Billy Mambrasar MBA yang berkunjung ke UTU pada Desember tahun lalu menyatakan UTU merupakan sebuah kampus yang dibangun dengan indah, karena menerapkan green concept yang terintegrasi. UTU juga aktif mengampanyekan hemat air.

Seluruh warga kampus dilarang bawa air dalam kemasan plastik ke kampus. Sebagai gantinya, pada setiap lantai gedung di dalam kampus disediakan air siap minum yang diproses menggunakan teknologi reverse osmosis (RO).

Setiap mahasiswa dianjurkan hanya membawa botol tumbler sebagai wadah penampung air saja. Pengolahan airnya menggunakan solar cell (energi tenaga surya). Kebanggaan UTU kini bertambah karena pada 21 Januari 2020 universitas ini mendapat sertifi kat ISO 9001:2015 di bidang quality managament system dari Registro Italiano Navale (RINA) Services S.p.A yang berkedudukan di Italia dan didirikan tahun 1861.

Selain itu, Badan Nasional Sertifi kasi Profesi pada 20 Mei 2019 mengeluarkan lisensi kepada UTU sebagai satu dari dua kampus di Aceh yang memiliki kewenangan melaksanakan sertifi kasi bagi mahasiswanya. Kampus lainnya adalah Politeknik Negeri Lhokseumawe.

Kebakaran Hutan dan Lahan di Lamie Nagan Raya sudah Padam, Begini Proses Pemadamannya

Sebelumnya, pada 12 Januari 2019 UTU juga mendapatkan lagi sertifi kat lisensi Tempat Uji Kompetensi Profesi Kelautan dan Perikanan dari Direktur Lembaga Sertifi kasi Profesi Kelautan dan Perikanan.

Di Aceh, hanya dua kampus yang memiliki lisensi semacam ini, yaitu UTU dan Unsyiah. UTU mendapatkan lisensi ini tahun 2016, sedangkan Unsyiah dua tahun kemudian. Seperti dikatakan Prof Jasman, UTU terus berbenah mewujudkan visinya menjadi sumber inspirasi dan referensi di sektor agro dan marina menuju world class university.

Akhir Maret Aceh Mandiri Listrik, Janji PLN kepada Anggota Dewan

Untuk itu, semua prodi di universitas ini mengacu kepada agroindustry and marine sebagai core business (aktivitas utama) UTU. UTU juga gigih melakukan riset untuk meningkatkan hasil pertanian agar hasil panen padi dan komoditas lainnya di Aceh berlimpah.

UTU pun sudah membuka Prodi Gizi dalam rangka mengurangi stunting di Aceh. Menghadapi era Revolusi Industri 4.0, UTU membuka Prodi Tekonologi Informasi. Bagaimanapun, perguruan tinggi yang baik adalah perguruan tinggi yang mengutamakan keterjaminan mutu dengan segala indikatornya dan berorientasi ke masa depan. “Ya, kami sadari indikator itu, sehingga kami terus berupaya agar semua usaha bermuara ke arah green campus yang berbasis agroindustri dan marina,” demikian Jasman J Ma’ruf.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved