Jurnalisme Warga
Merajut Silaturahmi Melalui Sepak Bola
BRIGADIR Wahyudi, salah seorang personel polisi Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, tiba-tiba menghubungi saya
Antusiasme masyarakat Aceh menonton sepak bola sangatlah tinggi. Penontonnya tidak hanya laki-laki, tapi juga kaum hawa, bahkan anak-anak ikut serta meramaikan turnamen hajat besar itu. Harga tiket mulai babak penyisihan Rp10.000, semifinal Rp15.000, dan babak final Rp20.000, semuanya masih terjangkau oleh masyarakat.
Akhirnya, babak final pun tiba. 25 Februari 2020, dua tim besar bertemu kembali. Tim Liga 3 PSSI Aceh Galacticos FC (Bireuen) melawan Panji Hitam Muara Batu (Aceh Utara) menjadi sang pamungkas acara. Kedua tim ini pernah bertemu di turnamen PSPU Jangka.
Tim Panji Hitam kalah 2-0 di babak semifinal. Hasrat hati Tim Panji Hitam ingin membalas kekalahan di Jangka pada turnamen ini tak juga terealisasikan karena kalah 0-1 dari Tim Galacticos FC. Piala Kapolsek Muara Batu tahun 2020 diboyong oleh Galacticos FC ke Kota Juang, Bireuen.
Walaupun juara 2, Tim Panji Hitam sudah cukup terhibur dengan menghadirkan pemain terbaiknya, anak muda masa depan bernama Ramhad Kopral. Juga top score bersama milik pemain Panji Hitam bernama Mahdi Sinegal dan Revaldi. Untuk juara pertama mendapatkan trofi dan uang pembinaan Rp25 juta. Runner up menerima Rp15 juta, sedangkan pemain terbaik dan top score masing-masing mendapatkan uang pembinaan Rp1 juta.
Turnamen ini ditutup oleh Ketua DPRK Kabupaten Aceh Utara, Arafat Ali. Harapan kita semua semoga ke depan turnamen sepak bola ini tetap dilanjutkan dan dapat diselenggarakan dengan lebih baik dan tertata rapi, mengundang tim kesebelasan tangguh dari berbagai kabupaten/kota yang ada di Tanah Rencong tercinta ini. Sukses untuk para pesepak bola Aceh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/letkol-laut-kh-husni-el-ibrahimysag-palaksa-lanal-lhokseumawe.jpg)