Jurnalisme Warga

Merajut Silaturahmi Melalui Sepak Bola

BRIGADIR Wahyudi, salah seorang personel polisi Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, tiba-tiba menghubungi saya

Merajut Silaturahmi Melalui Sepak Bola
IST
LETKOL LAUT (KH) HUSNI EL-IBRAHIMY,S.Ag, Palaksa Lanal Lhokseumawe, alumnus SMAN Tiga Banda Aceh, dan alumnus Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Agama Islam, UIN Ar-Raniry, melaporkan dari Kota Lhokseumawe

OLEH LETKOL LAUT (KH) HUSNI EL-IBRAHIMY,S.Ag, Palaksa Lanal Lhokseumawe, alumnus  SMAN Tiga Banda Aceh, dan alumnus Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Agama Islam, UIN Ar-Raniry,  melaporkan dari Kota Lhokseumawe

BRIGADIR Wahyudi, salah seorang personel polisi Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, tiba-tiba menghubungi saya. Ia mengingatkan saya untuk hadir ke undangan acara pembukaan sepak bola Piala Kapolsek Muara Batu, Iptu Pol Tarmizi SH. Pembukaan turnamen sepak bola ini berlangsung malam hari, sekitar pukul 20.30 WIB, pada hari Sabtu, bulan Februari 2020.

Saya yang berdomisili di Desa Paloh Igeuh Pulo Rungkom, Kecamatan Dewantara, coba mengatur waktu agar tidak terlambat. Maklumlah, sejak menjadi prajurit TNI AL grafik disiplin hidup saya meningkat drastis. Prinsip saya, tak ada istilah terlambat untuk menghadiri undangan, hanya saja pandai-pandailah mengatur waktu.

Seusai shalat Magrib saya berangkat ke lokasi. Waktu tempuh dari kediaman saya sekitar 15 menit. Saya sengaja pergi cepat supaya sempat shalat Isya berjamaah terlebih dahulu di Masjid Al-Izzah, Krueng Mane. Asyik memang, lokasi pembukaannya, yaitu di Krueng Mane Football Stadium yang berdampingan dengan Masjid Al-Izzah. Seusai shalat, saya langsung menuju stadion. Dunia akhirat terengkuh keduanya. Sekali mendayung, dua tiga pulau diduduki.

Menurut informasi, acara dibuka oleh Kapolres Lhokseumawe, tapi karena beliau berhalangan hadir, panitia mengarahkan pandangannya kepada saya.Di bangku tamu, kebetulan saya yang paling senior, maka panitia bermohon dengan sangat agar saya bersedia membuka pertandingan tersebut.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Peluang emas tampil ini saya tangkap bulat-bulat tanpa basa-basi. Saya penuhi permintaan panitia. Saya berprinsip sesuai anjuran Nabi Muhammad saw bahwa “Khairunnas anfa’uhum linnaas”, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya (baca: sesama). Boleh dikatakan semacam simboisis mutualisme, saling memberi manfaat. Kesempatan yang diberikan untuk membuka kegiatan ini, menurut saya, bagian dari solidnya hubungan sinergisitas TNI/Polri di suatu wilayah.

Dalam sambutan singkat itu saya sampaikan beberapa item. Pertama, dalam proses permainan sepak bola semua yang berkompeten harus menjunjung tinggi nilai sportivitas. Menjunjung sportivitas ini tidak hanya dilakukan oleh pemain, tetapi juga manajer, panitia, bahkan penonton wajib mendukungnya. Sikap sportif merupakan perilaku mulia dan setiap karya yang mulia akan mendapatkan catatan nilai sebagai amal ibadah.

Kedua, melalui olahraga sepak bola mari kita rajut hubungan silaturahmi di antara kita. Kita sadari bahwa tim yang ikut serta berasal dari beberapa daerah, seperti Pidie, Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Bireuen. Kesempatan emas ini perlu diambil sebagai penambah teman. Menggambil kata hikmah bahwa seribu teman kurang, satu musuh kebanyakan.

Ketiga, ketahanan mental. Kita ketahui bahwa dalam sepak bola ada kalah dan menang. Bagi yang menang jangan terlalu berbangga dan sikap euforia kebablasan. Sikapi dengan rasa syukur sehingga terjauh dari sikap kufur. Selanjutnya bagi yang kalah, jangan berpatah semangat dan terjerembab jatuh mental. Jadikan kekalahan sebagai cambuk menuju kesuksesan pada masa yang akan datang.

Stadion indah

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved