Breaking News:

Harimau Masuk Perangkap

Tim Medis BKSDA Aceh Tiba di Subulussalam, Cek Harimau yang Tertangkap

Kedatangan tim medis bersama pihak BKSDA Aceh ini guna memeriksa kondisi harimau sumatera yang masuk dalam perangkap beberapa hari lalu

www.serambitv.com
Satu ekor harimau sumatera yang selama ini meresahkan masyarakat, masuk perangkap yang dipasang BKSDA, Kamis (5/3/2020) malam. 

 Kedatangan tim medis bersama pihak BKSDA Aceh ini guna memeriksa kondisi harimau sumatera yang masuk dalam perangkap beberapa hari lalu

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Rombongan tim mesid Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh tiba di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam, Sabtu (7/3/2020).

Kedatangan tim medis bersama pihak BKSDA Aceh ini guna memeriksa kondisi harimau sumatera yang masuk dalam perangkap beberapa hari lalu.

Pantauan Serambinews.com, sebelum ke lokasi tim BKSDA Aceh menggelar pertemuan dengan Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono di sebuha kafe di Subulussalam.

Pertemuan dalam rangka koordinasi upaya penyelamatan satwa liar di Desa Singgersing.”Kami koordinasi dulu dengan pihak kepolisian setelahnya baru ke lokasi,” kata Hadi Sofyan, kepala Seksi Wilayah II BKSDA Subulussalam.

Menlu AS Ubah Nama Virus Corona Jadi Virus Wuhan, China Sudah Peringatkan

Wali Kota Langsa Ajak Investor Lokal dan Luar Negeri Buka Usaha di Kawasan Pelabuhan Kuala Langsa

Erni Guntarti Kukuhkan Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Aceh Periode 2019-2024

Sekitar pukul 16 .00 WIB, tim BKSDA Aceh bersama pihak medis tiba ke Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Tampak pula aparat kepolisian bersenjata mendampingi proses penyelamatan satwa di daerah ini. Berdasarkan keterangan pihak BKSDA bidang penyelamatan satwa, kondisi harimau sehat. Adapun harimau yang ditangkap merupakan anakan namun sudah pradewasa.

Harimau itu, kata BKSDA dalam kondisi sehat sehingga dapat ditranslokasi. Namun hal ini dilihat apakah ada hutan yang tepat untuk menjadi habitatnya. Selain itu, ada lagi harimau yang merupakan induk masih berkeliaran. Harimau berkeliaran itu dikabarkan mengalami cidera bagian kaki yang diduga disebabkan jerat. Bahkan berkeliarannya harimau ini di sekitar Subulussalam akibat cidera yang dialami sang harimau tersebut.

Sebelumnya, BKSDA juga mengkonfirmasi data harimau yang berhasil tertangkap dalam operasi penyelematan (rescue) di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Hal itu disampaikan dalam siaran pers yang dikirim Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto alias Egi kepada Serambinews.com, Sabtu (7/3/2020).

Berdasarkan siaran pers BKSDA, harimau yang diselamatkan berjenis kelamin betina. Selain satu yang ditangkap dengan perangkap, BKSDA melaporkan masih ada kawanan harimau berkeliaran. Jumlah harimau berkeliaran selama ini terdeteksi tiga individu atau tiga ekor. Ini diperoleh BKSDA atas hasil rekaman kamera trap di lokasi konflik harimau dengan manusia beberapa waktu terakhir.

Halaman
1234
Penulis: Khalidin
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved