Rabu, 22 April 2026

Donald Trump Perintahkan Pentagon Balas Serangan Iran di Pangkalan Irak

para pemimpin militer Amerika Serikat pada Kamis (13/3/2020) mengancam akan melakukan serangan balasan terhadap milisi Iran.

Editor: Amirullah
AP
Sekitar 5.200 tentara Amerika Serikat ditempatkan di Irak sebagai bagian dari koalisi yang dibentuk pada 2014 untuk melawan ISIL 

Tetapi mencatat hanya Kataib Hezbollah yang didukung Iran yang diketahui melakukan serangan terhadap pasukan koalisi di masa lalu.

"Sementara kami masih menyelidiki serangan itu, saya akan mencatat bahwa kelompok proksi Iran Kataib Hezbollah adalah satu-satunya kelompok yang diketahui sebelumnya melakukan serangan tidak langsung skala ini terhadap AS dan pasukan koalisi di Irak," kata McKenzie pada sidang Senat AS pada Kamis.

Serangan itu menandai peningkatan dramatis dalam kekerasan kurang dari tiga bulan setelah roket menewaskan seorang kontraktor AS di Irak utara.

Serangan itu juga melepaskan putaran serangan antara Washington dan Teheran di tanah Irak.

Dalam beberapa jam setelah serangan terhadap pangkalan udara Taji di utara Baghdad.

Diterangkan, serangan tersebut adalah yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir pada pangkalan yang digunakan oleh pasukan AS di Irak.

Serangan udara itu menewaskan lebih dari dua lusin pejuang yang selaras dengan Iran di negara tetangga Suriah.

Khawatir akan terjadi lebih banyak lagi pertumpahan darah kali ini, para pejabat Irak dan PBB dengan cepat mengutuk kematian tersebut.

()

Sejumlah 18 roket Katyusha menghantam kamp militer Taji, Utara Baghdad, Irak pada Rabu (11/3/2020). (Twitter @SecMedCell)

Mengutuk Serangan

Lebih lanjut, Presiden Irak Barham Salih dan juru bciara parlemen, Mohammed al-halbousi mengutuk serangan 'teroris' yang menargetkan keamanan Irak.

Misi PBB di Irak diketahui menyerukan pengekangan maksimum di semua sisi.

"Serangan-serangan yang sedang berlangsung ini adalah ancaman yang jelas dan substansial bagi negara itu, dan risiko tindakan jahat oleh kelompok-kelompok bersenjata tetap menjadi keprihatinan konstan," kata misi PBB.

"Hal terakhir yang dibutuhkan Irak adalah menjadi arena balas dendam dan pertempuran eksternal."

Serangan roket itu adalah yang ke-22 terhadap kepentingan militer AS di negara itu sejak akhir Oktober, kata seorang komandan militer Irak.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved