Berita Aceh Barat Daya
Libur Sekolah 14 Hari, Kobar GB Abdya Minta Orangtua Tetap Didik Anak di Rumah
Kobar GB Abdya meminta orangtua dan wali murid mengawasi anaknya selama aktivitas belajar mengajar di sekolah diliburkan selama 14 hari mendatang
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Koalisi Barisan Guru Bersatu Kabupaten Aceh Barat Daya (Kobar GB Abdya) meminta orangtua dan wali murid mengawasi anaknya selama aktivitas belajar mengajar di sekolah diliburkan selama 14 hari mendatang.
"Kami berharap kepada wali murid dan orangtua, dengan libur yang diberikan selama dua minggu ini, bukan berarti aktifitas belajar mengajar juga libur, tapi jadikan orangtua sebagai pendidik yang sebenarnya," ujar ketua Kobar GB Abdya, Rusli kepada Serambinews.com, Rabu (18/3/2020).
Menurutnya, keputusan meliburkan peserta didik dari aktivitas belajar di sekolah itu, beradasarkan surat edaran Gubernur Aceh nomor: 440/4989, terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di rumah, guna antisipasi meluasnya penyebaran virus Covid-19.
• Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona di RSUP H Adam Malik Medan Meninggal
"Jadi libur dalam surat edaran Plt Gubernur dan Bupati itu, untuk dianjurkan belajar di rumah, bukan pergi ke pantai atau liburan ke luar kota," sebutnya.
Dia tambahkan, tidak belajar di sekolah bukan bermakna libur dalam hal belajar.
Peran orangtua dan wali murid, lanjutnya, sangat penting dalam mendampingi anak agar tetap belajar di rumah, serta mengawasi setiap kegiatan mereka di luar rumah.
"Karena, pendidik sebenarnya itu orangtua dan lingkungan. Jadi, jika peran orangtua dan lingkungan bagus, maka anak akan bagus juga," sebutnya
Menurut Iliek sapaan akrab Rusli, banyak hal kegiatan positif, yang bisa dilakukan orangtua, sehingga anak tidak mengalami kejenuhan, serta tetap terhindar dari serangan virus corona atau covid-19.
• Aceh Selatan Butuh Panti Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Ada Wacana Pakai Terminal Mopen yang Telantar
"Meskipun anak berada di rumah, orangtua tetap harus melakukan kebiasaan, yang selalu diterapkan saat bersekolah.
Misalnya, anak harus bangun pagi, mandi, sarapan, dan bersiap-siap untuk ke sekolah," ungkapnya.
Contoh, tambah Iliek, setelah anak makan, orangtua bisa meminta anak untuk belajar hingga waktu istirahat tiba.
Sebaiknya ikuti jadwal pelajaran seperti di sekolah.
"Misalnya, jika pukul 8, anak biasanya belajar tentang kesenian di sekolah, maka lakukan hal yang sama di rumah," katanya.
• Pemkab Bireuen Bentuk Tim Terpadu Cegah Virus Corona
Untuk itu, Iliek berharap intruksi libur selama 14 hari jangan dianggap sebagai beban oleh orangtua. Namun dijadikan sebagai momen untuk mendidik anak, serta memaksimalkan upaya pencegahan dari serangan penyakit, dengan menerapkan pola hidup sehat kepada anak.
"Dengan seperti ini, meski libur, minat belajar anak tetap tertanam, dan anak pun terhindar dari penyebaran penyakit virus corona," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ketua-kobar-gb-abdya-rusli2.jpg)