Breaking News:

Berita Aceh Tenggara

GeRAK Aceh Soroti Kasus Mangkrak Monografi Desa di Aceh Tenggara Senilai Rp 7 Miliar

Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, menyoroti penanganan kasus dugaan korupsi monografi desa dan profil desa di Agara yang sedang ditangani pihak...

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani. 

GeRAK Aceh Soroti Kasus Mangkrak Monografi Desa di Aceh Tenggara Senilai Rp 7 Miliar

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, menyoroti penanganan kasus dugaan korupsi monografi desa dan profil desa di Aceh Tenggara yang sedang ditangani pihak Inspektorat Agara tahun 2016/2017.

Pendanaan proyek tersebut bersumber dari APBN dengan alokasi mencapai Rp 7 miliar.

Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani, kepada Serambinews.com, Kamis (19/3/2020) mengatakan, penanganan kasus monografi desa dan profil desa di Agara dinilai lamban dan kurang serius untuk menuntaskannya, apalagi kontraktor pengadaan monografi desa dan profil desa belum juga diperiksa secara intensif hingga kemarin.

Seharusnya, mereka fokus menyelesaikan kasus yang dilimpahkan Kejari Agara sebagai lembaga internal atau Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP).

Kata Askhalani, kalau inspektorat Agara tidak mampu menuntaskan kasus ini bisa dialihkan saja penanganan ke aparat penegak hukum seperti di Dirreskrimsus Polda Aceh. Kasus ini harus memiliki kepastian hukum agar jelas dipublik dan tidak timbul berbagai asumsi terhadap Inspektorat dalam menangani kasus ini.

Karena, menurut Askhalani, dalam penanganan perkara ini harus jelas siapa tersangkanya dan berapa kerugian negara akibat penyelewengan uang rakyat tersebut.

Cara Pemain Persiraja Antisipasi Corona, Termasuk Saat Tandang Lawan Persik Kediri & Madura United

Ketua DPRK Aceh Besar Minta Masyarakat Waspada dan Ikuti Fatwa MPU Aceh, Antisipasi Virus Corona

Shalat Jumat di Masjid Istiqlal Ditiadakan Dua Pekan Cegah Covid-19, Ganti Shalat Dzuhur di Rumah

Sementara itu, Inspektur Aceh Tenggara, Abdul Kariman didampingi Inspektur Pembantu (Irban) III, Sukur Karo-Karo, mengatakan, kasus monografi desa dan profil desa belum ada perkembangan.

Karena padatnya di inspektorat karena tim yang menangani kasus dugaan korupsi monografi desa dan profil desa dikejar waktu yang harus selesaikan evaluasi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP), review Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), review Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD).

Kendala mereka, dipermasalahan yang diperiksa banyak orang dan banyak yang sudah tidak aktif lagi menjabat sebagai pengulu dan camat.

Menurut Inspektur Agara, mulai April 2020 akan mereka lanjutkan pemeriksaan kembali kasus monografi desa termasuk memeriksa pihak rekanan atau kontraktor pengadaan monografi desa dan profil desa tersebut.

Untuk diketahui, pemeriksaan terhadap 14 camat telah dilakukan inspektorat pada Maret 2019 lalu. Pemeriksaan tersebut berdasarkan surat permintaan audit dari Kejari Agara dengan nomor B-265/N.1.18/Dek.3/02/2019 kepada pihak Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), terkait dugaan markup (penggelembungan harga) dalam pengadaan proyek tersebut yang cukup signifikan.

“Kami telah melakukan investigasi dan laporannya akan kami kembalikan kepada Kejari Agara. Paling cepat pada April 2019 sudah dituntaskan pihak APIP,” ujar Sekretaris Inspektorat Agara, Sahrim Spd, kepada Serambi ketika itu.(*)

Seleksi Persiraja U-16 dan U-18 Selesai, Ini Hasilnya

Pemko Sabang Minta, Pengelola Penginapan Sediakan Masker dan Antiseptik

Dapat Poin Penuh Saat Bertandang ke Persik Kediri, Begini Komentar Pemain Persiraja Rendi Saputra

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved