Kamis, 28 Mei 2026

Citizen Reporter

Gerak Cepat ala Pemerintah Turki Menanggulangi Corona

Covid-19 merupakan virus jenis baru yang lebih berbahaya dan lebih mematikan daripada virus flu musiman.

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
For serambinews.com
NURHAFNA ZAKARIA 

Covid-19 merupakan virus jenis baru yang lebih berbahaya dan lebih mematikan daripada virus flu musiman.

NURHAFNA ZAKARIA, Mahasiswa Master Islamic Studies di Ankara University Turki, melaporkan dari Turki

PENYEBARAN virus corona atau Covid-19 memang tak bisa dianggap enteng, mengingat penyebaran virus ini yang semakin meningkat dengan mudah.

WHO sebagai sebuah organisasi kesehatan dunia telah menyatakan bahwa penyebaran Covid-19 sebagai sebuah pandemi global yang sangat besar.

Covid-19 merupakan virus jenis baru yang lebih berbahaya dan lebih mematikan daripada virus flu musiman.

Mengenai perkembangan dan jumlah korban Covid-19 di berbagai belahan dunia yang valid bisa langsung diakses di halaman website resmi WHO.

Kasus Covid-19 dengan 109.000 lebih kasus global dikonfirmasi telah melanda lebih dari 150 negara.

Tiba-tiba Alami Demam Tinggi, Peserta Ijtima Dunia 2020 Dirujuk ke Rumah Sakit Haji Makassar

Kasus Pencurian Uang BRI yang Pertama di Bireuen, Tersangka Dititip di Rutan Bireuen

Ismed Sofyan Belum Dapat Jatah Bermain, Bek asal Aceh Ini Santai dan Tetap Setia di Persija Jakarta

WHO bahkan pada 9 Maret 2020 telah menaikkan tingkat risiko status Covid-19 dari “tinggi” menjadi “sangat tinggi”.

Turki adalah salah satu negara yang mengamati dengan serius penyebaran Covid-19.

Penyebaran virus di negara ini memang sangat lambat dibandingkan dengan negara-negara tetangga yang berbatasan dengan Turki dan Eropa secara keseluruhan.

Pada tanggal 11 Maret 2020, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengumumkan kepada masyarakat bahwa menurut hasil penelitian dan tes terhadap warga negara Turki yang diduga terjangkit virus corona telah positif terjangkit.

Status satu warga negara Turki yang terjangkit virus ini diumumkan langsung oleh Menteri Kesehatan Turki.

Keesokan harinya, setelah status positif terjangkitnya Covid-19 pada seorang warga negara Turki, pemerintah langsung mengambil langkah-langkah serius.

Hal ini mengingat salah satu bahaya dari penyebaran wabah virus ini adalah dapat melumpuhkan perekonomian negara.

Pada 12 Maret 2020, Pemerintah Turki melalui Juru Bicara Kepresidenan, İbrahim Kalın membuat pernyataan mengenai keputusan yang diambil setelah kasus coronavirus ditemukan di Beştepe, ibu kota Turki Ankara.

Pemerintah Turki memutuskan untuk meliburkan sekolah dan kampus-kampus serentak di seluruh kota di negara Turki selama tiga minggu.

Libur serentak ini bertujuan untuk menanggulangi dan meminimalisasi penyebaran virus ini akan dimulai pada tanggal 16 Maret 2020.

Sehari setelah diumumkan warga negara yang terjangkit virus ini, kemudian korban kedua muncul pada 13 Maret 2020.

Jadi, langkah Pemerintah Turki untuk meliburkan seluruh institusi pendidikan di Turki sudah tepat adanya.

Dalam konteks yang lain Pemerintah Turki juga sangat memberi perhatian terhadap jalur keluar-masuk ke dalam negara Turki.

Seluruh mahasiswa dan pelajar di negara Turki, khususnya pelajar asing tidak diberi izin untuk melakukan perjalanan ke luar negeri hingga WHO menurunkan penurunan tingkat risiko bahaya penyebaran virus corona.

Namun, bagi siswa yang harus melakukan perjalanan wajib ke luar negeri dengan alasan yang sangat urgen harus melapor kepada universitas dan meminta izin ke Direktorat Keamanan Turki.

Kemudian, untuk kembali ke Turki jika melakukan perjalanan ke luar negeri, maka Pemerintah Turki juga akan memberlakukan karantina selama 14 hari sebelum bisa masuk ke negara ini.

Meskipun libur diberikan kepada seluruh pelajar di Turki selama tiga minggu, termasuk pelajar asing, tetap saja kami tak bisa pulang kampung karena Pemerintah Turki tidak memberi izin kecuali ada alasan yang sangat mendesak.

Ketakutan terhadap penyebaran Covid-19 memang tidak bisa dibendung, melihat media yang terus-menerus mengilustrasikan perkembangan terkait penyebaran virus ini, membuat masyarakat semakin panik.

Ditambah lagi muncul beberapa kelompok orang yang memanfaatkan situasi dengan mengedarkan berita-berita yang bisa membuat masyarakat semakin simpang siur terkait penyebaran virus ini.

Seharusnya media dan pemerintah bekerja sama untuk membuat masyarakat lebih tenang dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.

Sosialisasi pengetahuan tentang virus corona dan bagaimana menyikapi serta menanggulanginya lebih baik dari pada memperkeruh suasana dengan menakut-nakuti masyarakat secara berlebihan.

Waspada boleh, tapi bodoh jangan.

Karena ketakutan yang berlebihan membuat masyarakat melakukan hal-hal yang bodoh yang dapat merugikan masyarakat itu sendiri.

Seperti, menimbun bahan makanan pokok dan masker.

Imbauan agar masyarakat untuk menerapkan budaya hidup bersih dengan mencuci tangan yang benar, menjaga makanan, dan menghindari mengunjungi tempat penularan virus corona lebih penting daripada hanya sekadar menakut-menakuti masyarakat dengan berita yang simpang siur.

Oleh karena itu, Pemerintah Turki juga sangat waswas terhadap ketakutan masyarakat yang berlebihan.

Lewat Menteri Perdagangan, memberi kontrol yang sangat intens mengenai kestabilan harga-harga barang yang beredar di masyarakat sehingga harga pangan dan bahan pokok di Turki tidak mengalami kenaikan.

Kestabilan harga-harga ini masih terkontrol dengan baik, tetapi kesulitan mencari masker dan hand sanitizer masih berlanjut. (hafnazakaria@gmail.com) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved