Turki Laporkan Dua Kematian Pertama Kasus Covid-19, Kasus Infeksi Jadi 191
Erdogan mengatakan pemerintah telah mengerahkan semua sumber daya dan berjanji untuk menghilangkan ancaman virus corona sesegera mungkin.
Turki Umumkan 2 Kematian Pertama Kasus Covid-19
Menteri Kesehatan Turki Buka Suara
Lebih lanjut, Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca buka suara pada Rabu (18/3/2020).
Koca mengatakan pasien pria berusia 61 tahun meninggal dunia.
Koca juga mengumumkan pada Selasa malam (17/3/2020), pasien berusia 89 tahun juga meninggal dunia setelah tertular virus corona dari orang yang memiliki kontak fisik sepulang dari China.
Menteri Kesehatan Turki itu menambahkan, negaranya telah mendiagnosis 93 kasus baru sepanjang Rabu kemarin.
"Sebagian besar dari mereka dites positif mulai pulih," terang Koca.
Wakil Presiden Turki...
Wakil Presiden Turki, Fuat Oktay mengatakan lebih dari 2.800 warga negaranya dibawa pulang atas permintaan mereka dari sembilan negara Eropa.
Fuat Oktay melalui unggahan Twitternya mengatakan, evakuasi selesai pada pukul 06.00 pagi waktu setempat.
Menambahkan 2.807 warga negara ditempatkan di bawah karantina 14 hari di asrama besar yang terletak di provinsi Istanbul dan Kocaeli.
Turki pekan lalu menutup gerbang perbatasannya untuk Jerman, Spanyol, Prancis, Austria, Norwegia, Denmark, Swedia, Belgia, dan Belanda.
Wakil Presiden Turki Fuat Oktay
Larangan Berpergian, Jam Malam?
Secara terpisah, Kepala Direktorat Komunikasi Turki, Fahrettin Altun menepis desas-desus bahwa Anakra akan memberlakukan keadaan darurat atau jam malam dan pembatasan perjalanan karena corona, pada Selasa (17/3/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/recep-thayyip-erdogan.jpg)