Minggu, 19 April 2026

Turki Laporkan Dua Kematian Pertama Kasus Covid-19, Kasus Infeksi Jadi 191

Erdogan mengatakan pemerintah telah mengerahkan semua sumber daya dan berjanji untuk menghilangkan ancaman virus corona sesegera mungkin.

Editor: Amirullah
TURKISH PRESIDENCY/MURAT CETINMUHURDAR
Presiden Turki Recep Thayyip Erdogan 

SERAMBINEWS.COM - Turki melaporkan dua kematian pertamanya terkait pandemi global corona.

Dikonfirmasi kasus infeksi di Turki melonjak menjadi 191.

Lebih lanjut, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan angkat bicara, Rabu (18/3/2020).

Erdogan mengatakan pemerintah telah mengerahkan semua sumber daya dan berjanji untuk menghilangkan ancaman virus corona sesegera mungkin.

Dilansir Al Jazeera, Erdogan mengumumkan paket fiskal 15,4 miliar untuk membantu melindungi ekonomi dari kejatuhan akibat penyebaran virus corona.

"Tanggung jawab terletak ada setiap warga negara kita," kata Erdogan dalam konferensi pers pertamanya terkait Covid-19.

"Saya sepenuh hati percaya bahwa bantuan Tuhan dan dukungan bangsa kita, kita akan lebih kuat dari periode sulit ini," kata Erdogan.

Selain Corona, Ini Wabah Mematikan yang juga Sempat Menyerang Manusia

China Kini Hadapi Kasus Corona dari Luar Negeri, Wuhan Umumkan Pertama Kalinya 0 Infeksi Covid-19

MUI Serukan Masyarakat Salat di Rumah, Aa Gym Sayangkan Pesan WhatsApp yang Ajak Menolak Fatwa

()

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan berbicara ketika menghadiri pertemuan kelompok partainya di Majelis Besar Nasional Turki di Ankara, Turki, Rabu (11/3/2020). (Adem ALTAN / AFP)

Bagikan Masker dan Hand Sanitizer

Lebih jauh, Erdogan menambahkan, pemerintah akan mendistribusikan masker pelindung dan hand sanitizer kepada warga yang berusia di atas 65 tahun di Istanbul dan Ankara.

Erdogan menegaskan, Turki tengah mengupayakan secepatnya untuk mengembangkan vaksin untuk corona.

"Wabah seperti itu telah memiliki konsekuensi parah di seluruh dunia," kata Erdogan.

"Bahkan telah memicu transformasi politik, sosial, dan ekonomi," tambahnya.

"Kita memasuki era baru, di mana kita cenderung melihat perubahan secara radikal dalam tatanan ekonomi, politik dan sosial global," terang Erdogan.

Pasien Corona Meninggal Capai 19 Orang, Jokowi Akhirnya Perintahkan Rapid Test Covid-19 Massal

VIRAL Curhat Pasien Suspect Corona saat Periksa ke RS: Ruangan Isinya Orang Batuk Semua

()

Erdogan afp

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved