Dinilai Lebih Cepat dan Murah, Apa Itu Rapid Test Corona?
Metode pemeriksaan rapid test adalah mengambil sampel darah, berbeda dengan tes sebelumnya yang menggunakan swab tenggorokan.
SERAMBINEWS.COM - Pemerintah disebut tengah menyiapkan peralatan untuk tes secara massal atau rapid test yang bisa diakses masyarakat sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.
Lantas, apa yang dimaksud rapid test virus corona dan apa keunggulannya?
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Reviono, mengungkapkan rapid test bukanlah tes untuk mendeteksi virus secara langsung.
"Rapid test itu bukan memeriksa virus secara langsung, tapi yang diperiksa adalah imunoglobulin atau respons dari manusia," ujar Reviono saat dihubungi Tribunnews, Kamis (19/3/2020) malam.

Dekan Fakultas Kedokteran UNS, Reviono, saat memberikan penjelasan tentang covid-19 dan cara pencegahan kepada siswa/siswi SMPN 2 Sukoharjo, Selasa (10/3/2020). (Tribunnews.com/Wahyu Gilang P)
Metode pemeriksaan rapid test adalah mengambil sampel darah, berbeda dengan tes sebelumnya yang menggunakan swab tenggorokan.
"Diambil darahnya, berbeda dengan VCR (Visual Conversion Reaction, red), yang di-swab tenggorok, yang diperiksa DNA-nya," ujar Reviono.
Reviono menyebut, rapid test akan mengukur antibodi tubuh yang diperiksa.
"Misal ada virus corona masuk, tubuh kan mengeluarkan antibodi, nah antibodinya itu yang diukur melalui rapid test," ungkapnya.
• Dettol Disebut Dapat Membunuh Virus Corona, Benarkah? Cek Faktanya di Sini!
• Update Corona di Aceh: 45 Dalam Pemantauan, 28 Pasien Dalam Pengawasan dan 22 Dipulangkan
• Tak Lockdown, Ini yang Dilakukan Korea Selatan untuk Tekan Penyebaran Virus Corona
Keunggulan Rapid Test
Reviono mengungkapkan proses rapid test berlangsung lebih cepat dan jauh lebih murah.
"Rapid test ini proses screening lebih cepat, tidak butuh laboratorium yang canggih, hanya diambil darahnya dan diperiksa," ujar Reviono.
Rapid test disebut sebagai langkah awal sebelum diputuskannya seorang pasien perlu melakukan VCR atau tidak.
"Misal hasilnya positif, lanjut proses VCR," ujar Reviono.

Ilustrasi virus corona (Freepik)