Senin, 1 Juni 2026

2 Meninggal Akibat Virus Corona, Arab Saudi Terapkan Lockdown di Riyadh, Mekkah, dan Madinah

Seiring dengan adanya kematian kedua akibat Covid-19 di Arab Saudi, diumumkan pula lockdown di Riyadh, Mekkah, dan Madinah.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
timesofisrael.com
Mekkah, Saudi Arabia. (timesofisrael.com) 

Sejauh ini dua orang meninggal dunia akibat virus Corona di wilayah Saudi.

Korban meninggal kedua disebut sebagai seorang warga kota Mekah.

Sebelumnya, korban meninggal pertama akibat virus Corona dilaporkan sebagai seorang warga Afghanistan di kota Madinah.

Saudi sejauh ini menjadi negara dengan jumlah kasus virus Corona terbanyak di kawasan Teluk.

Jam malam selama 11 jam -- mulai pukul 19.00 hinga pukul 06.00 pagi -- telah diberlakukan secara nasional di wilayah Saudi sejak Senin (23/3) waktu setempat untuk membatasi penyebaran virus Corona.

Dalam laporan terbaru, SPA menyebut jam malam untuk kota Riyadh, Mekah dan Madinah, dimajukan menjadi mulai pukul 15.00 waktu setempat.

SPA yang mengutip dekrit yang disetujui Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, menyebut langkah tersebut akan mulai berlaku pada Kamis (26/3) waktu setempat.

Otoritas Saudi berencana memberlakukan jam malam selama 21 hari.

Otoritas setempat juga memperingatkan bahwa setiap pelanggar dari jam malam akan didenda sebesar 10 ribu Riyal (Rp 43 juta) dan bisa dipenjara jika melakukan pelanggaran berkali-kali.

Sebagai upaya mengurangi penyebaran virus Corona, otoritas Saudi telah menutup bioskop, mal dan restoran, juga menghentikan sementara penerbangan internasional juga domestik dan menghentikan umroh untuk tahun ini.

Saudi juga menghentikan sementara ibadah salat berjemaah di seluruh masjid di wilayahnya, kecuali di Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Kasus kematian pertama Covid-19 di Arab Saudi diumumkan pada Selasa (24/3/2020).

Berdasarkan keterangan kementerian kesehatan, korban meninggal adalah warga Afghanistan.

Dia mengembuskan napas terakhir di Madinah.

Pekan lalu, Raja Salman menyatakan bahwa kerajaannya bakal menghadapi "pertarungan lebih sulit".

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved