Berita Subulussalam
ODP Corona Subulussalam Bertambah Jadi 8 orang, Karantina Naik Menjadi 95 Orang
Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) Corona atau COVID-19 di Kota Subulussalam bertambah menjadi delapan orang
Penulis: Khalidin | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Khalidin I Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) Corona atau COVID-19 di Kota Subulussalam bertambah menjadi delapan orang.
Mereka tersebar di empat kecamatan sebagaimana rilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Kota Subulussalam, Kamis (26/3/2020).
Sementara jumlah warga yang menjalani karantina mandiri juga naik menjadi 95 orang dari 65 sebelumnya.
Lalu untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah dua orang dan satu pasien rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoell Abidin (RSUDZA) Banda Aceh yang hasil laboratorium dinyatakan negatif corona.
• 2 Meninggal Akibat Virus Corona, Arab Saudi Terapkan Lockdown di Riyadh, Mekkah, dan Madinah
Secara rinci, ODP Corona Subulussalam di wilayah Puskesmas Kecamatan Simpang Kiri empat orang, Puskesmas Bakal Buah satu orang dan Puskesmas Penanggalan Satu Orang.
Lalu Puskesmas Rundeng satu orang dan Puskesmas Sultan Daulat satu orang.
Sedangkan karantina meliputi Simpang Kiri 26 orang, Bakal Buah 10 orang, Penanggalan 16 orang, Jontor enam orang serta Rundeng 22 orang.
Lalu di Longkib satu orang dan 14 di Kecamatan Sultan Daulat.
Jumlah ini diprediksi bakal bertambah kembali seiring banyaknya mahasiswa luar daerah mulai Banda Aceh, Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan daerah lainnya akan pulang ke Kota Subulussalam.
Selain itu ada pula ODP merupakan jamaah tabligh yang baru pulang dari luar daerah.
• Di Nagan Raya, 10 Orang Status ODP Covid-19
Menindaklanjuti pertambahan ODP ini Pemko Subulussalam sudah menyiapkan lokasi karantina.
Tim Gugus Penanganan Corona juga dilakukan perombakan.
Kini tim penanganan corona yang dikoordinir Sekdako Subulussalam diketuai Zulkifli Kepala Bappeda setempat dengan sekretaris Khainuddin.
Tim akan segera membentuk posko utama di Pendopo Wali Kota Subulussalam.