Kasus Pesawat CTSW

PT BIA Siap Hadapi Dishub Aceh di Mahkamah Agung Soal Kasus Pesawat CTSW Bantuan YLI

Kuasa Hukum PT BIA mengatakan kecewa dengan Dishub Aceh karena tidak membayar prestasi kerja kliennya sesuai putusan BANI.

PT BIA Siap Hadapi Dishub Aceh di Mahkamah Agung Soal Kasus Pesawat CTSW Bantuan YLI
Dok PT BIA
Pesawat jenis CTsw 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sengketa atas gugatan arbitrase antara Mochammad Nashrun Nasir sebagai Direktur PT Bandung International Aviation (PT BIA) dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh berlanjut di Mahkamah Agung (MA).

Kasus itu terkait kasus wanprestasi karena Dishub Aceh tidak membayar prestasi kerja pihak PT BIA yang sudah memperbaiki 3 unit pesawat milik Pemerintah Aceh jenis CTSW sebesar Rp 1 miliar lebih.

Dishub Aceh menempuh upaya kasasi setelah kalah di Pengadilan Negeri Banda Aceh atas permohonan pembatalan putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) Perwakilan Medan yang memenangkan PT BIA.

Kuasa Hukum PT BIA, Bahrul Ulum SH MH kepada Serambinews.com, Kamis (26/3/2020) mengatakan kecewa dengan Dishub Aceh karena tidak membayar prestasi kerja kliennya sesuai dengan yang telah diputuskan oleh BANI, melainkan mengajukan kasasi.

"Walaupun demikian, kami tetap akan menghadapi upaya hukum yang dilakukan oleh pihak Dishub di MA, karena putusan BANI telah sesuai dengan fakta-fakta hukum yang sebenarnya," kata Bahrul.

Ia menambahkan, padahal dipilihnya BANI sebagai tempat penyelesaian sengketa juga atas kesepakatan kedua pihak. 

Menurut Bahrul, kondisi ketiga unit pesawat tersebut per 31 Desember 2018 sudah layak terbang dan pihaknya telah mengundang pihak Dishub Aceh untuk menyaksikan test flight, namun pihak Dishub sendiri yang melarang.

"Padahal proses persidangan di BANI juga sudah dilalui dengan fair dan ada dilakukan sidang lapangan untuk menghitung progres, sehingga BANI memutuskan 98.1% (Rp 1 miliar lebih) yang harus dibayar oleh Dishub Aceh," ujarnya.

Untuk diketahui, pada tahun anggaran 2018 Pemerintah Aceh melalui Dishub Aceh mengadakan pelaksanaan paket pekerjaan overhaul pesawat Pemerintah Aceh jenis CTSW sebanyak 3 unit.

Ketiga pesawat yang parkir di hanggar Lanud Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar itu merupakan hibah dari Yayasan Leuser Internasional (YLI) untuk kepentingan pemantauan illegal fishing dan illegal loging di Aceh. 

Dalam perjalan terjadi sengketa dan kemudian di sidangkan di BANI Perwakilan Medan, Sumatera Utara. BANI menyatakan Dishub Aceh wanprestasi karena tidak membayar prestasi kerja pihak PT BIA yang sudah memperbaiki 3 unit pesawat jenis CTSW sebesar Rp 1 miliar lebih. 

Lalu Dishub Aceh menggugat putusan BANI ke Pengadilan Negeri dan hasilnya permohonan Dishub ditolak. Kemudian, Dishub kembali menempuh jalur hukum kasasi ke MA.(*)

Guyuran Hujan Padamkan Karhutla di Pinggir Danau Lut Tawar

Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok, Bupati, Dandim dan Kapolres Tinjau Pasar di Nagan Raya

VIDEO - Kantor Harian Serambi Indonesia Disemprot Disinfektan

Warga Aceh Utara yang Pulang dari Luar Sudah Mencapai 175 orang, Ini yang Harus Dilakukan Keuchik

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved