Minggu, 26 April 2026

VIRUS CORONA SERANG DUNIA

China dan AS Setuju untuk Bekerja Sama Perangi Virus Corona, Pengamat: Sampai Kapan?

Xi Jinping dan Donald Trump setuju untuk bekerja sama dalam memerangi virus corona atau Covid-19.

Editor: Amirullah

Termasuk urutan gen dari virus corona, sejak awal wabah, dan telah memberikan bantuan kepada negara-negara lain, menurut penyiar negara CCTV.

Xi juga menanggapi istilah yang dipakai pejabat AS dan Trump dalam menyebut virus corona.

"Virus tidak mengenal batas dan etnis, dan itu adalah musuh kita bersama. Komunitas internasional hanya dapat mengalahkannya melalui kerja sama,” katanya.

“Hubungan Cina dan AS berada di titik kritis. Kerja sama saling menguntungkan kedua negara, sementara pertempuran akan merugikan. Kerja sama adalah satu-satunya pilihan yang benar.

"Diharapkan bahwa Amerika Serikat akan mengambil tindakan nyata untuk meningkatkan hubungan China-AS, dan kedua belah pihak akan bekerja sama untuk memperkuat kerja sama di bidang-bidang seperti pengendalian epidemi," kata Xi.

Xi mengatakan dia prihatin dengan jumlah infeksi virus corona di AS yang terus meningkat, dan menjadi negara dengan total kasus covid-19 terbanyak i dunia.

Xi menambhakan, pejabat kesehatan dari kedua belah pihak terus berkomunikasi.

"China bersedia untuk terus berbagi informasi dan pengalaman dengan Amerika Serikat tanpa syarat," katanya.

Hubungan antara Cina dan AS telah mencapai titik terendah dalam beberapa dekade dengan pengusiran wartawan Amerika dari Cina sebagai pembalasan atas pembatasan AS terhadap organisasi media Cina dan komentar Wall Street Journal dengan tajuk berita Beijing yang dianggap rasis.

Kemudian, AS mengkritik China, tempat wabah pertama kali dilaporkan, karena respons awal yang lambat dan upaya untuk membungkam orang-orang yang mengkhawatirkan Covid-19.

Namun Beijing mengatakan telah memberi tahu AS pada awal Januari.

Trump juga membuat marah Beijing dengan merujuk "virus Cina" setelah berminggu-minggu kritik bahwa itu rasis.

Ketegangan mulai mereda ketika Trump berhenti menggunakan istilah "Chinese virus" minggu ini dan Duta Besar China untuk AS mengatakan "gila" menyebarkan desas-desus tentang virus corona yang berasal dari laboratorium militer AS.

Chin-hao Huang, asisten profesor ilmu politik di Yale-NUS College di Singapura, mengatakan bahwa waktu panggilan telepon antara kedua negara itu bukan suatu kebetulan.

“Waktunya agak strategis. Panggilan itu datang pada periode penting di mana kita melihat bahwa AS telah melampaui jumlah kasus yang dikonfirmasi di China, jadi itu saya pikir masalah yang cukup besar, ”katanya.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved