Senin, 1 Juni 2026

Update Corona di Banda Aceh

Covid-19 Mencemaskan, Banda Aceh akan Berlakukan Partial Lockdown, Ini 15 Langkah yang akan Diambil

Kota Banda Aceh akan memberlakukan 'partial lockdown' atau lockdown terbatas terutama di kawasan tempat tinggal pasien yang terpapar covid-19 serta ka

Tayang:
Penulis: Nasir Nurdin | Editor: Ansari Hasyim
FOTO HUMAS BANDA ACEH
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengumpulkan sembilan camat se-Banda Aceh di Pendopo, Rabu (25/3/2020) pagi. 

Laporan Nasir Nurdin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM | BANDA ACEH - Sebuah informasi yang menyebar di media sosial menyebutkan tentang adanya pertemuan darurat antara Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar dengan Wali Kota Aminullah Usman pada Jumat (27/3/2020) malam.

Informasi itu menyebutkan, pertemuan mendesak dan darurat antara Ketua DPRK Banda Aceh dengan Wali Kota Aminullah Usman dilakukan mengingat sudah ada dua warga Kota Banda Aceh yang dinyatakan positif covid-19 serta puluhan orang berstatus ODP (Orang Dalam Pengawasan).

Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar yang berusaha dimintai konfirmasinya menyangkut pertemuan darurat itu belum berhasil dihubungi.

Antisipasi Covid-19, Pemko Banda Aceh Pasang Wastafel Portabel di Area Publik

Suasana Banda Aceh Menjelang dan Saat Shalat Jumat, Peunayong Sepi, Saf di Masjid Banyak Kosong

Dua Warga Kota Positif Corona, Banda Aceh Usul Lockdown ke Plt Gubernur Aceh

Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Irwansyah membenarkan adanya pertemuan darurat antara Ketua DPRK dengan Wali Kota Banda Aceh menyikapi kondisi terkini penyebaran virus corona.

Keputusan yang dihasilkan dari pertemuan Ketua DPRK dengan Wali Kota Banda Aceh meliputi:

1. Kota Banda Aceh akan memberlakukan 'partial lockdown' atau lockdown terbatas terutama di kawasan tempat tinggal pasien yang terpapar covid-19 serta kawasan yang sudah terdata ODP;

2. Karena Kota Banda Aceh sebagai ibukota Provinsi Aceh maka Wali Kota Banda Aceh akan segera menyurati Pemerintah Aceh agar Kota Banda Aceh dapat diberlakukan 'lockdown' serta mengusulkan lockdown untuk Provinsi Aceh;

3. Pemko Banda Aceh akan meminta Pemerintah Aceh untuk mendesak pihak terkait agar Bandara Sultan Iskandar Muda ditutup. Ini penting dilakukan karena setiap harinya ada puluhan bahkan ratusan penumpang yang datang dari Jakarta sebagai kawasan suspect covid-19. Artinya setiap hari ada puluhan atau mungkin ratusan ODP akan masuk Kota Banda Aceh atau menyebar ke seluruh Aceh;

4. Pemko Banda Aceh akan meminta kepada Pemerintah Aceh untuk mendesak pihak Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan agar Terminal Type A Batoh dapat dibatasi atau ditutup, terutama untuk bus yang datang dari dan menuju ke Medan, Provinisi Sumatera Utara;

5. Bus angkutan barang akan diperiksa secara selektif dengan melibatkan pihak terkait dan pihak keamanan;

6. Pintu masuk dari Pelabuhan Ulee Lheue akan diperketat pengawasannya, terutama untuk orang asing;

7. Pengawasan terhadap orang yang masuk melalui Terminal L-300 di Lueng Bata akan diperketat;

8. Terkait banyaknya pintu masuk ke Banda Aceh melalui Aceh Besar, maka Pemko Banda Aceh akan segera berkoordinasi dengan Pemkab Aceh Besar dengan melibatkan pihak TNI dan Polri;

9. Tim Siaga Bersama Penanggulangan Covid-19 Kota Banda Aceh diminta untuk segera melakukan gerak cepat termasuk melakukan mapping (pemetaan) dampak dari pemberlakuan lockdown lokal dan lockdown total nantinya, seperti dampak ekonomi, sosial, keamanan, dan lain-lain;

9. Bagi sekolah yang berada di bawah kewenangan Pemko Banda Aceh yaitu PAUD, TK, SD, dan SMP/sederajat diperpanjang masa libur dan belajar di rumah hingga 1 Juni 2020;

10. Wali Kota akan meminta para camat untuk segera menginstruksikan para keuchik se-Kota Banda Aceh untuk mempercepat pembentukan Tim Siaga Covid-19 di setiap gampong, dengan memberlakukan 'Pageu Gampong', akan segera disusun SOP bagi warga yang baru datang dari luar kota serta bagi para tamu yang datang ke gampong, dan seterusnya;

11. Pemko Banda Aceh melalui dinas terkait akan melakukan operasi pasar untuk memastikan ketersediaan kebutuhan warga, terutama sembako. Langkah ini penting dilakukan karena harga bahan-bahan sembako sudah mulai melonjak naik;

12. Perlu segera disiapkan kebutuhan RSU Meuraxa sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien suspect covid-19 seperti kesiapan tenaga medis dan paramedis, kesiapan sarana dan prasarana, kesiapan alat pelindung diri (APD) yang standar bagi para tenaga kesehatan, dan lain-lain;

13. Dipandang perlu agar Pemko Banda Aceh untuk dapat menyiapkan sebuah tempat khusus (seperti mes atau penginapan) yang representatif bagi para tenaga medis dan paramedis yang menjalankan misi mulia penanganan pasien covid-19 di RSU Meuraxa sebagai RS milik Pemko Banda Aceh. Termasuk disediakan transportasi khusus antar jemput serta disiapkan segala kebutuhan yang diperlukan;

14. Tempat keramaian yang sudah diinstruksikan ditutup seperti warkop, cafe, dan lain-lain namun masih belum maksimal penerapannya akan dilakukan upaya secara persuasif oleh pihak terkait termasuk pihak keamanan;

15. Proses sosialisasi dan edukasi terkait wabah virus corona akan digencarkan baik melalui jalur pemerintah dari kota ke kecamatan hingga gampong, serta memberdayakan mobil keliling milik Pemko. Ini penting dilakukan untuk membentuk kesadaran warga kota akan dampak dan bahaya covid-19.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved