Senin, 13 April 2026

Virus Corona Serang Dunia

Donald Trump Batalkan Lockdown Kota New York, Sebut Tidak Diperlukan

Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC) bagaimana pun tetap menyarankan kepada penduduk New York agar tidak bepergian kecuali untuk tujuan penting

Editor: Faisal Zamzami
JIM WATSON / AFP
Dikelilingi oleh anggota Satuan Tugas Virus Corona Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump berbicara pada konferensi pers tentang virus corona atau COVID-19, di Rose Garden Gedung Putih di Washington, DC, 13 Maret 2020. Trump menyatakan virus corona sebagai darurat nasional. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON, D.C - Presiden AS, Donald Trump memutuskan pada Sabtu malam (28/3/2020) untuk tidak menerapkan lockdown di kota New York dan pada negara-negara bagian lain di AS.

Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC) bagaimana pun tetap menyarankan kepada penduduk New York agar tidak bepergian kecuali untuk tujuan penting.

" Lockdown tidak diperlukan," tulis Trump di Twitter sebagaimana dikabarkan media Perancis, AFP.

Padahal sebelumnya Trump bersedia terapkan lockdown di New York karena wilayah kota New York merupakan episentrum wabah di negara 'Paman Sam' itu.

Trump sebelumnya juga khawatir adanya warga New York yang 'sangat terinfeksi' merupakan ancaman bagi Florida, di mana di sana merupakan tempat liburan populer bagi orang-orang di wilayah timur laut.

Tetapi setelah Gubernur New York, Andrew Cuomo dan Gubernur New Jersey, Ned Lamont mengatakan bahwa langkah menerapkan lockdown akan memicu kepanikan dan menyebabkan kehancuran lebih lanjut dalam hal keuangan, Trump membatalkan lockdown dan menggantinya dengan 'travel advisory' alias imbauan perjalanan untuk New York.

Trump menulis, "Atas rekomendasi dari Gugus Tugas virus corona di Gedung Putih, dan setelah berkonsultasi dengan Gubernur New York, New Jersey dan Connecticut, saya telah meminta (Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit AS) untuk mengeluarkan travel advisory (imbauan perjalanan)."

Pihak CDC kemudian menerbitkan imbauan yang mendesak kepada penduduk New York, New Jersey dan Connecticut untuk menahan diri dari perjalanan domestik yang tidak penting selama 14 hari ke depan.

New York, episentrum AS

Negara bagian New York telah melaporkan lebih dari 53.000 kasus virus corona baru, dari lebih dari 124 ribu di seluruh negeri.

Kota New York sendiri melaporkan lonjakan lebih dari 155 kematian pada Sabtu (28/3/2020), menjadikan total kematian di kota itu menjadi 672 jiwa.

Angka itu sekitar sepertiga dari 2.185 kematian di seluruh Amerika Serikat, menurut data dari Universitas Johns Hopkins Tetangganya, New Jersey telah melaporkan lebih dari 11.100 kasus Covid-19.

Cuomo mengatakan kepada CNN sebelumnya bahwa lockdown perjalanan masuk dan keluar dari pusat perdagangan dan keuangan global tidak sah dan tidak masuk akal Dia berpendapat seperti itu karena merasa sudah ada kontrol lokal terhadap aktivitas tersebut.

"Mengapa Anda ingin membuat total kekacauan di atas wabah ini, saya tidak mengerti." kata Cuomo.

Sementara Lamont menyebut New York, New Jersey, dan Connecticut selatan adalah "ibu kota global dunia" untuk perdagangan dan keuangan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved