Update Corona di Subulussalam

Kapolres Subulussalam Ingatkan Warga tak Lakukan Pengumpulan Massa, Termasuk Ritual Tolak Bala

Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono melarang kegiatan pengumpulan massa dalam hal apapun demi mencegah penularan virus corona.

Dok Polres Subulussalam
Aparat kepolisian Sultan Daulat, Polres Subulussalam, Minggu (29/3/2020) malam membubarkan kegiatan tolak bala yang diikuti ratusan massa di Desa Sigrun, Kecamatan Sultan Daulat. 

Laporan Khalidin | Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono kembali mengingatkan semua masyarakat di daerah ini untuk menghentikan kegiatan pengumpulan massa dalam hal apapun demi mencegah penularan virus corona atau covid-19.

Peringatan itu disampaikan Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono menanggapi masih adanya warga yang nekat menggelar ritual tolak bala dengan mengumpulkan massa  di Sultan Daulat, Minggu (29/3/2020) tadi malam.

Kapolres AKBP Qori yang dikonfirmasi Serambinews.com, Senin (30/3/2020) mengatakan pembubaran aksi ritual tolak bala yang menghadirkan 500-an massa  itu dibubarkan muspika Sultan Daulat.

Pembubaran 500-an massa  dari tiga desa yakni Sigrun, Lae Laengge dan Jabi-Jabi ini dipimpin Kapolsek Sultan Daulat, Iptu Didik Surya, SH. Pembubaran kerumunan massa dilakukan dalam rangka pencegahan penularan virus corona.

Ke depan, lanjut Kapolres AKBP Qori dia meminta masyarakat mematuhi maklumat kapolri soal larangan mengumpulkan massa atau kerumunan banyak orang. Kerumunan massa ini tidak dibenarkan termasuk ritual tolak bala seperti yang terjadi di Desa Sigrun tadi malam. Dikatakan, jika masih ada yang melakukan hal serupa polisi akan membubarkannya.

Lebih jauh dikatakan, polisi akan menjerat pihak-pihak yang tidak mematuhi imbauan anggota kepolisian saat diminta membubarkan diri dengan hukum pidana.

“Apabila masih ada masyarakat yang tidak patuh dan membuat acara pengumpulan massa serta tidak mengindahkan perintah personel yang bertugas untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, kami akan proses hukum,” tegas AKBP Qori Wicaksono.

Pembubaran dan sanksi pidana tersebut tertuang dalam Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19). 

Masyarakat yang melawan untuk dibubarkan akan dijerat dengan Pasal 212 KUHP,  Pasal 214 KUHP, Pasal 216 KUHP, dan Pasal 218 KUHP. Menurut AKBP Qori, kepolisian Subulussalam akan turun tangan untuk memberikan imbauan hingga menindak tegas mereka yang tidak mematuhi.

Halaman
123
Penulis: Khalidin
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved