Breaking News:

Corona di Aceh

Kritik Pemberlakuan Jam Malam, TA Khalid: Virus Corona bukan Musang, Tidur Siang Keluar Malam

TA Khalid mengkritik kebijakan pemberlakuan jam malam untuk membatasi aktivitas warga di luar rumah pada malam hari, jika bandara belum ditutup.

FOTO GERINDRA ACEH
Ketua DPD Partai Gerindra Aceh, TA Khalid membagi-bagikan masker gratis kepada pengguna jalan di Simpang BPKP, Banda Aceh, Kamis (2/4/2020) sore. 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota DPR RI asal Aceh, TA Khalid menegaskan tidak sepakat dengan kebijakan pemberlakuan jam malam dalam rangka membatasi aktivitas warga di luar rumah pada malam hari jika bandara belum ditutup.

TA Khalid kepada Serambinews.com, Kamis (2/4/2020) mengatakan, kebijakan Pemerintah Aceh memberlakukan jam malam tidak rasional, apalagi Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) di Aceh Besar yang merupakan salah satu pintu masuk virus masih beroperasi. 

Akibat tidak ditutupnya bandara, maka orang lain yang belum diketahui kondisi kesehatannya akan mudah masuk ke Aceh, seperti yang terjadi dua hari ini tujuh orang etnis Cina mendarat di Bandara Internasional SIM dan akhirnya diusir oleh warga Nagan Raya. 

"Virus corona bukan seperti musang, tidur siang keluar malam mencari mangsanya. Sehingga harus diberlakukan jam malam agar saat virus corona keluar malam tidak ada lagi manusia yang berkeliaran diluar," katanya.

TA Khalid yang juga Ketua DPD Partai Gerindra itu menyatakan bahwa virus corona hanya bisa terjangkit melalui kontak fisik telapak tangan, air ludah, ingusan dan bersinan dari orang yang sudah terinfeksi corona.

"Maka pembubaran orang-orang yang duduk berkumpul baik di cafe atau tempat lainnya oleh pemerintah itu sudah benar dan tidak harus memberlakukan jam malam," ujar anggota Komisi IV DPR RI ini.

Menurutnya, yang paling penting dilakukan masyarakat adalah menjaga jarak dengan siapapun, baik siang maupun malam hari. Terutama dengan oranh yang baru pulang dari daerah terjangkit. 

"Maka permintaan penutupan bandara itu adalah salah satu untuk memotong mata rantai masuknya virus ke Aceh. Jangan malah virus kita izin dan dibiarkan masuk melalui bandara," pungkasnya.(*)

Cegah Corona, Puluhan Narapidana di LP Lhokseumawe Dipulangkan

Virus Corona Serang Negara Yahudi, Menkes Israel Positif Covid-19, PM Netanyahu Masuk Karantina Lagi

Paulo Dybala Sebut Cristiano Ronaldo Dibenci di Kampung Halaman Lionel Messi, Ini Alasannya

Presiden Filipina Perintahkan Tembak Penduduk yang Membuat Keributan dalam Situasi Lockdown

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved