Update Corona di Bireuen

Pencegahan Virus Corona, Kepala Desa di Bireuen Diminta Bijaksana, Ini Permasalahannya

Kepala desa harus mampu menjelaskan secara gamblang. Pasalnya, semua orang tidak tmengetahui ada tidaknya terkena atau tertempel virus berbahaya.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
For. Serambinews.com
Plt Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi. 

Kepala desa harus mampu menjelaskan secara gamblang. Pasalnya,  semua orang  tidak mengetahui ada tidaknya terkena atau tertempel virus berbahaya tersebut. Karena semua orang tidak mengetahui, maka langkah dilakukan adalah pencegahan.

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Dalam melaksanakan langkah pencegahan penyebaran virus corona, diharapkan seluruh kepala desa lebih bijaksana dan arif.

Terutama menyampaikan informasi saat ada warganya baru pulang dari
luar negeri atau daerah epidemi kasus corona.

Tujuannya agar tidak salah pengertian dan memahami maksud isolasi mandiri selama 14 hari.

Hal itu disampaikan Plt Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH Msi kepada Serambinews.com, Kamis (02/04/2020).

Menyangkut adanya informasi banyak warga Bireuen yang berada di luar negeri atau daerah epidimi corona pulang kampung.

Muzakkar menjelaskan, ketika ada warga yang baru pulang dari luar negeri, kepala desa dapat menjelaskan maksud pendataan dan isolasi diri selama 14 hari.

Anggota DPRK Irwanda Minta Pemkab Aceh Timur Bentuk Posko Pemadam Kebakaran di Sungai Raya

“Semua orang tidak menuduh orang yang baru pulang dari negeri jiran atau daerah epidemi Corona terkena atau membawa pulang virus tersebut, tapi isolasi adalah langkah terbaik mencegah kemungkinan atau dugaan apabila ada virus tersebut pada orang yang baru pulang tidak menyebar kepada orang tuanya, keluarga, teman-teman dan masyarakat desa, itu inti dari tujuan isolasi selama 14 hari," ujarnya.

Kepala desa harus mampu menjelaskan secara gamblang.

Pasalnya,  semua orang  tidak mengetahui ada tidaknya terkena atau tertempel virus berbahaya tersebut.

Karena semua orang tidak mengetahui, maka langkah dilakukan adalah pencegahan.

Pencegahannya adalah dengan menjaga jarak, memakai masker, jaga kebersihan, dan berbagai petunjuk medis lainnya, termasuk isolasi selama 14 hari.

Kemudian, bagi warga desa yang baru pulang dari luar negeri atau daerah epidemi, dianjurkan ketika tiba di kampung tidak langsung berbaur dengan warga, dengan orang tua atau dengan teman-teman.

Mengingat siapa tahu waktu dalam perjalanan duduk dalam kendaraan dari luar negeri ke kampung halaman, terkena virus tersebut dari orang lain.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved