Update Corona di Aceh Tamiang

Stok Desinfektan Tinggal untuk Sepekan Kedepan, BPBD Aceh Tamiang Berburu Cairan Pemutih Pakaian

"Permasalahan hari ini, cairan pemutih ini sudah sulit dicari. Sudah habis diborong orang, termasuk dari Langsa dan Langkat," ujar Husni.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ RAHMAD WIGUNA
Satu unit damkar dikerahkan untuk meyemprot desinfektan di sekitar permukiman penduduk di Karangbaru, Aceh Tamiang. 

"Permasalahan hari ini, cairan pemutih ini sudah sulit dicari. Sudah habis diborong orang, termasuk dari Langsa dan Langkat," ujar Husni.

Laporan Rahmad WIguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - BPBD Aceh Tamiang terus berburu cairan pemutih pakaian, setelah stok desinfektan hanya tinggal untuk kebutuhan satu pekan ke depan.

Menipisnya stok desinfektan ini, tak terlepas dari tingginya intensitas penyemprotan yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Aceh Tamiang, Syahri menjelaskan dalam sehari rata-rata penyemprotan melibatkan dua unit armada pemadam kebakaran.

"Kita terus berkoordinasi dengan Kodim dan Polres, makanya setiap hari terus bergerak melakukan penyemprotan desinfektan," kata Syahri yang juga Kalak BPBD Aceh Tamiang, Kamis (2/4/2020).

Dijelaskannya, penyemprotan ini dilakukan ke seluruh wilayah Aceh Tamiang, khususnya kawasan yang memiliki tingkat keramaian tinggi.

"Hari ini kami bersama Kodim fokus pada areal perbatasan dengan Sumatera Utara. Ada pasar di sana yang menjadi perhatian kami," jelasnya.

Pemkab Nagan Raya Adakan Simulasi Penanganan Covid-19, Berikut Alurnya

Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Kebakaran BPBD Aceh Tamiang, Muhammad Husni menambahkan, tingginya volume penyemprotan ini belum didukung stok desinfektan.

Menurutnya, stok cairan ini yang tersedia di BPBD Aceh Tamiang hanya tinggal untuk kebutuhan satu pekan ke depan.

"Diperkirakan satu minggu sudah habis. Itupun tergantung situasi, bisa saja lebih cepat habisnya," kata Husni.

PDP Aceh Utara Negatif Covid-19  

Dijelaskannya, desinfektan yang digunakan pihaknya merupakan hasil buatan sendiri dengan mencampurkan cairan pemutih pakaian dengan air.

Untuk satu tangki armada damkar ukuran tiga ton, dibutuhkan 90 liter cairan pemutih pakaian.

"Permasalahan hari ini, cairan pemutih ini sudah sulit dicari. Sudah habis diborong orang, termasuk dari Langsa dan Langkat," ujar Husni.

Sebagai solusi, Husni mengatakan, dirinya sudah menjalin komunikasi dengan beberapa pedagang besar di Aceh Tamiang.

Agar mengalokasikan cairan pemutih pakaian ini, khusus untuk BPBD.

"Dampaknya ya harganya menjadi tinggi, sangat jauh dari harga normal," ungkapnya. (*)

Baru Tiba, Warga Usir Pekerja Asal Cina

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved