Selasa, 14 April 2026

Update Corona di Indonesia

Mengapa Kasus Covid-19 di Indonesia Terus Bertambah?

Jika memasukkan hasil tes massal dengan rapid test, maka jumlahnya akan jauh bertambah. Hingga kini Indonesia baru menguji 7.193 spesimen.

Mengapa Kasus Covid-19 di Indonesia Terus Bertambah?

Laporan Said Kamaruzzaman | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus naik. Jika pada 2 Maret lalu dilaporkan hanya dua kasus positif, kini meningkat menjadi 1.986 kasus.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang berlangsung di Graha BNPB, Jumat (3/4/2020), mengatakan, ada penambahan 196 kasus dalam 24 jam terakhir. Penambahan ini menunjukkan bahwa penularan terus terjadi.

Kasus yang diumumkan Kemekes itu pun hanya berdasarkan pemeriksaan sampel dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Jika memasukkan hasil tes massal dengan rapid test, maka jumlahnya akan jauh bertambah. Hingga kini Indonesia baru menguji 7.193 spesimen. Di antara sampel yang diuji itu, 1.986 di antaranya positif.

Kabar Gembira Kasus Corona di Aceh, Hampir Semua PDP Negatif Covid-19, Ini yang Harus Dilakukan

Ketua IDI Aceh Prediksi Seminggu ke Depan Kasus Corona di Aceh Bisa Aman, Tetapi Ini Syaratnya

IGI Aceh Gelar Pembelajaran Jarak Jauh di Tengah Kasus Corona, Diikuti 240 Guru via Video Conference

Dengan jumlah penduduk sekira Rp 270 juta, jumlah sampel yang diuji masih sangat sedikit. Bandingkan dengan Malaysia yang hingga 2 April 2020 telah mencatat 45.378 pengujian. Negeri Jiran itu mencatat jumlah kasus positif sebanyak 3.116 atau positivity rate sebesar 6,8 persen.

Korea Selatan hingga 2 April 2020 telah melakukan 431,743 tes sejak 3 Januari 2020. Korsel mencatat 9.976 kasus positif atau positivity rate sebesar 2,3 persen. Sedangkan positivity rate Indonesia sangat tinggi, yang jika mengacu pada hitungan Kompas rata-rata 61,28 persen sejak 28 Maret sampai 1 April 2020.

Positivity rate yang tinggi memang lantaran yang diuji merupakan sampel milik ODP, PDP, atau orang-orang yang memang diduga sudah memiliki gejala covid-19. Jika pemeriksaan diperluas, tentu (mudah-mudahan) positivity rate juga turun. Kini, grafik pertambahan jumlah kasus di Indonesia berpotensi tumbuh secara eksponensial.

WHO Singgung Kasus Corona Tak Terdeteksi, Minta Indonesia Tes Semua Orang yang Flu dan Sesak Napas

Korut Ngaku Tak Ada Kasus Corona, Tapi Ada yang Sebut 10.000 Warga Terinfeksi Diisolasi

Para pakar menyebut sejumlah sebab jumlah kasus yang terus meningkat, antara lain; minim sekali informasi lokasi penderita dan kuantitas pemeriksaan penderita, sikap masyarakat kurang peduli untuk meminimalkan kontak antarorang, minimnya sanksi terhadap pelanggaran karantina mandiri, dan minimnya informasi lokasi yang harus dihindari masyarakat. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved