Update Corona di Pidie Jaya
Begini Kondisi Perantau dari Luar dan Dalam Negeri Pulang ke Pidie Jaya, Ini Pengawasan Dilakukan
Mereka berjumlah 242 ini adalah perantau dari dalam luar negeri dan dalam negeri baru pulang ke Pijay.
Penulis: Idris Ismail | Editor: Nur Nihayati
Mereka berjumlah 242 ini adalah perantau dari dalam luar negeri dan dalam negeri baru pulang ke Pijay.
SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Sebanyak 242 perantau pulang ke Pidie Jaya kini dalam pengawasan Tim Kesehatan Covid-19.
Tim kesehatan atau Gugus Tugas COVID-19 Pijay ini selama satu pekan terakhir melakukan pengawasan.
Mereka berjumlah 242 ini adalah perantau dari dalam luar negeri dan dalam negeri baru pulang ke Pijay.
Ketua pengendalian Pusat Data Operasi (Pusdaop) Gugus Tugas COVID-19 Pijay, Okta Handipa ST MArch kepada Serambinews.com, Sabtu (4/4/2020) mengatakan, pengawasan dilakukan kontinue.
Jumlah mereka ini diketahui sesuai dengan data yang diperoleh dari pihak kepolisian Polres Pijay.
Terhitung sepekan terakhir sebanyak 242 perantau baik dari luar negeri terutama Malaysia dan dalam negeri yaitu Jakarta, Bogor dan Bandung telah kembali ke kediaman keluarga masing-masing di Pijay.
• Bandara CND Nagan Raya Disemprot Disinfektan dengan Water Cannon
• ODP Tamiang Didominasi dari Malaysia
• Ini yang Harus Dilakukan Agar Ponsel Terhindar dari Virus Corona
"Mereka terus dikawal oleh para tim medis di delapan kecamatan bersama para aparatur gampong,"sebutnya.
Hingga saat ini mereka menjalani masa karantina secara mandiri di kediaman masing-masing hingga masa dua pekan atau 14 hari.
Namun, dalam ring waktu masa karantina mandiri tim Gugus Tugas COVID-19 tetap konsisten memantau perkembangan kesehatan lewat laporan tim medis di setiap kecamatan.
Jika memang adanya perantau yang tidak menghiraukan masa karantina ini pihaknya dengan tegas mengambil tindakan dengan menurunkan aparat keamanan untuk diambil tindakan penertiban dan pengamanan.
Namun jauh sebelumnya telah meminta agar aparatur gampong untuk selalu senantisa memberikan imbauan kepada perantau yang pulang kampung.
Supaya tetap di rumah pada masa karantina dalam tempo dua pekan.
Hal ini dimaksudukan sebagai langkah pencegahan dan penanganan Virus Corona di tengah warga bisa diantisipasi.
Dari laporan, sampai saat ini setelah dites terhadap suhu badan umumnya mereka masih sangat normal.
"Hanya ada 10 perantau yang masuk dalam Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan ini terus dipantau oleh tim kesehatan baik dari rumah sakit maupun Puskesmas,"ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/plt-kepala-pelaksana-bpbd-pidie-jaya-okta-handipa-st-march.jpg)