Sabtu, 25 April 2026

Update Virus Corona di Aceh Tenggara

RSUD Sahudin Kutacane Bagikan 1.000 Hand Sanitizer, Ini Penjelasan Direktur dr Bukhari SpOG

Direktur RSUD Sahudin Kutacane, dr Bukhari SPog, membagi-bagikan handsanitizer kepada masyarakat guna menghambat penyebaran virus corona (covid-19)..

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Direktur RSUD Sahudin Kutacane,  dr Bukhari SpOG (baju hitam) sedang membagikan hand sanitizer guna mencegah penyebaran Covid-19 di warung-warung kopi di kawasan Kutacane, Aceh Tenggara. 

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Tenggara 

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE  - Direktur RSUD Sahudin Kutacane,  dr Bukhari SpOG membagi-bagikan handsanitizer kepada masyarakat guna menghambat penyebaran virus Corona (Covid-19) di pedesaan dalam Kabupaten Aceh Tenggara.

Pembagian hand sanitizer secara door to door di warung kopi Kota Kutacane dan sekitarnya, kepada penarik becak mesin, pasar dan daerah lainnya langsung diserahkan oleh Direktur RSUD Sahudin Kutacane, dr Bukhari SpOG bersama tim duta pencegahan Covid-19. 

"Hand Sanitizier ini untuk dibagikan kepada masyarakat Aceh Tenggara. Ini kita dilakukan untuk  upaya pencegahan penyebaran virus  Covid-19 di bumi Aceh Tenggara," ujar dr Bukhari kepada Serambinews.com, Sabtu (4/4/2020).

Menurut dia, jika hand sanitizier ini dimiliki oleh semua masyarakat maka tidak ada lagi keraguan atau ketakutan untuk melakukan aktivitas sehari-hari baik untuk berdagang atau mencari rezeki lainnya.

Karena hand Sanitizer yang mengandung alkohol itu mampu membunuh kuman dan juga masih banyak kegunaan lainnya seperti membersihkan luka, mengatasi jerawat,  dan juga bisa membersihkan kacamata dan jam tangan dari kuman, termasuk virus, yang menempel.

Hal ini penting dilakukan, kata Bukhari,  terutama setelah seseorang berada di tempat yang ramai serta sebagai deodoran darurat. Kandungan alkohol hand sanitizer mampu membunuh bakteri penyebab bau badan di ketiak sehingga kamu tetap fresh.

"Gunakan hand sanitizier untuk mencuci tangan dan patuhi anjuran pemerintah. Karena hidup bersih tentunya dapat menjauhkan dari virus Covid-19," pungkas dr Bukhari.(*) 

ACT dan Forum PRB Mulai Aksi Kemanusiaan ‘Bersama Lawan Corona’, Ini Kata Pemerintah Aceh

Jam Malam di Aceh Tamiang Belum Dicabut, Mursil: Cuma Kelonggaran untuk Pedagang

Atasi Dampak Covid-19, Segera Relokasi Dana Desa Santuni Keluarga Miskin,Ini Penjelasan Nasir Djamil

Ketua IDI Aceh, Evaluasi Pemberlakuan Jam Malam, Penilaiannya Harus Berbasis Perkembangan Covid-19

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved