Jumat, 22 Mei 2026

Liga Inggris

Liverpool Dikritik Akibat Beri Cuti Kepada Karyawannya

Klub raksasa Liga Inggris, Liverpool, menuai banyak kritik setelah mengumumkan pemberian cuti kepada karyawannya

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
TWITTER LIVERPOOL FC
Pelatih Liverpool, Juergen Klopp dan para pemainnya saat menerima trofi Liga Champions 2018-2019, setelah menag 2-0 atas Tottenham Hotspur pada laga final yang berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Sabtu (1/6/2019) atau Minggu dini hari WIB. 

SERAMBINEWS.COM - Calon kuat juara Liga Inggris musim ini, Liverpool menuai kritik pedas dari berbagai kalangan.

Bukan soal penampilannya di lapangan hijau, karena memang Premier League sedang ditunda.

Tapi The Reds banjir kritik akibat kebijakannya dari imbas virus corona atau coronavirus (covid-19) yang mewabah di dunia hingga ke Inggris.

Klub raksasa Liga Inggris, Liverpool, menuai banyak kritik setelah mengumumkan pemberian cuti kepada karyawannya.

Pada Sabtu (4/4/2020) sore waktu setempat, Liverpool mengeluarkan sebuah pernyataan terkait sikap klub di tengah pandemi COVID-19.

Mantan Kapten Barcelona Sumbang Rp 18 Miliar Untuk Lawan Corona

Pernyataan tersebut berisi tentang pemberian cuti kepada karyawannya selama Liga Inggris ditangguhkan.

Meskipun begitu, Liverpool akan tetap membayar penuh gaji karyawan mereka yang diistirahatkan.

"Liverpool FC telah memberikan cuti kepada staf yang terkena dampak suspensi Liga Inggris," bunyi pernyataan tersebut seperti dikutip BolaSport.com dari laman resmi Liverpool.

Mobil Wakil Jaksa Agung Kecelakaan, Ini Harga Sedan Nissan GT-R35 yang Dijuluki Monster dari Jepang

"Klub telah mengonfirmasi bahwa staf tersebut akan dibayar 100 persen dari gaji mereka untuk memastikan tidak ada anggota staf yang dirugikan secara finansial."

"Bulan lalu klub juga mengonfirmasi bahwa akan membayar penuh staf matchday dan non-matchday selama musim ditangguhkan," tulis pernyataan Liverpool.

Meski hal tersebut bisa dibilang meringankan para karyawannya, keputusan Liverpool mencutikan karyawannya justru menuai banyak kritik.

Tu Sop Gelar Pengajian Online Untuk Santri dan Masyarakat Selama Wabah Virus Corona

Pasalnya, dengan mengambil keputusan tersebut, secara otomatis Liverpool memanfaatkan program Pemerintah Inggris yang memungkinkan semua pekerja untuk mendapat cuti, tetapi tetap bisa menerima gaji secara utuh.

Program tersebut bernama The Coronavirus Job Retention Scheme, yang mana akan membayar 80 persen gaji karyawan dengan batas 2.500 pounds (sekitar Rp 50 juta) per bulan, setidaknya untuk tiga bulan ke depan.

Adapun Liverpool, seperti diketahui, merupakan salah satu klub sepak bola terkaya di dunia.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved