Rabu, 8 April 2026

Update Corona di Aceh Timur

Polres Aceh Timur Gelar Simulasi Antisipasi Dampak Sosial Covid-19

"Karena itu, kita gelar simulasi ini sebagai upaya antisipasi jika dampak sosial itu terjadi akibat Covid-19 ini,” ungkap Kapolres.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
SIMULASI : Polres Aceh Timur, menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota), Kontijensi Dampak Negatif Covid-19, di Aula Gedung Serbaguna Idi, Aceh Timur, Senin (6/4/2020). 

"Karena itu, kita gelar simulasi ini sebagai upaya antisipasi jika dampak sosial itu terjadi akibat Covid-19 ini,” ungkap Kapolres.

 Laporan Seni Hendri l Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Polres Aceh Timur, menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota), Kontijensi Dampak Negatif Covid-19, di Aula Gedung Serbaguna Idi, Aceh Timur, Senin (6/4/2020).

Simulasi ini dipimpin Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro SIK MH, diikuti Wakapolres Kompol Warosidi SH MH, Kabag Ops, AKP Salmidin, serta jajaran pejabat utama Polres, dan jajaran Kapolsek.

Turut dihadiri oleh Bupati diwakili Asisten lll Setdakab Aceh Timur, T Reza Rizki, Kasatpol PP T Amran, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Aceh Timur, Ashadi, an Dandim diwakili Danramil Idi Rayeuk.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro SIK MH, dalam arahannya mengatakan simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) ini bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan personel Polres Aceh Timur, dalam menangani dampak social yang terjadi di tengah masyarakat akibat dampak negative Virus Corona.

120 Orang Pendatang di Bandamulia Aceh Tamiang Diawasi, Satu Berasal dari Afrika

Menyusui Bayi Saat Pandemi Covid-19, Bahayakah? Ini Penjelasan KPPPA

JAS Terancam Hukuman Seumur Hidup, Korupsi Dana Desa Tahun 2018

Dalam simulasi ini Kabag Ops AKP Salmidin, memaparkan skenario warga melakukan unjuk rasa ke kantor DPRK Aceh Timur, menuntut solusi akibat dampak social yang terjadi di tengah masyarakat akibat wabah Virus Vorona.

Kemudian Kabag Ops, AKP Salmidin mengkoordinir masing-masing satuan dan jajaran Polsek yang diback up Brimob, TNI, dan Personel Satpol PP, untuk melakukan upaya pengamanan, dan penanganan terbaik.

Kapolres mengatakan, jika tidak ditangani dengan baik maka wabah virus corona dapat menimbulkan dampak sosial terhadap perekonomian, keamanan, dan ketertiban sehingga masyarakat menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemerintah untuk memulihkan keadaan.

"Karena itu, kita gelar simulasi ini sebagai upaya antisipasi jika dampak sosial itu terjadi akibat Covid-19 ini,” ungkap Kapolres.

Simulasi ini, ungkap Kapolres, agar masing-masing satuan dan jajaran Polsek memahami tugas dan tanggungjawab, dan dapat mengambil langkah yang tepat jika situasi kontijensi Dampak Negatid akibat Covid-19 terjadi.

“Namun hal itu kita harapkan tidak terjadi di Aceh Timur,” harap Kapolres.

Saat ini, jelas Kapolres, pemerintah telah bekerja keras memutus mata rantai penyebaran virus corona, berbagai kebijakan yang diterbitkan Pemerintah Pusat pun diselaraskan oleh Forkopimda Aceh, hingga Forkopimda Aceh Timur, untuk diterapkan sebagai upaya mencegah virus corona.

Di Indonesia, jelas Kapolres, warga terjangkit Virus Corona hampir mencapai dua ribuan pasien, dan di Aceh sempat 5 pasien positif, satu meninggal dunia, dan 3 pasien dinyatakan telah sembuh, dan satu masih dalam perawatan.

“Karenanya dampak virus ini telah menimbulkan keresahan pada masyarakar. Namun kita senantiasa menghimbau agar masyarakat tidak panic dan resah,” ungkap Kapolres.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved