Update Corona di Aceh Tamiang

120 Orang Pendatang di Bandamulia Aceh Tamiang Diawasi, Satu Berasal dari Afrika

Jumlah ini bisa saja bertambah mengingat data tersebut baru menyentuh enam kampung dari sepuluh kampung.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/RAHMAD WIGUNA
Seorang pendatang menjalani pemeriksaan suhu tubuh di Posko Pengendalian dan Pencegahan Covid-19 Aceh Tamiang. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Camat Bandamulia, Aceh Tamiang, Muhammad Farij menyebut ada 120 orang pendatang dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri yang sedang diawasi.

Jumlah ini bisa saja bertambah mengingat data tersebut baru menyentuh enam kampung dari sepuluh kampung.

"Saya sudah meminta datok penghulu untuk mendata pendatang. Tapi sampai hari ini baru enam kampung yang ada laporan. Ini akan terus kami update," kata Farij, Senin (6/4/2020).

Farij menjelaskan ke 120 orang ini bukan hanya berstatus TKI dari Malaysia, tapi ada juga pelajar atau mahasiswa yang menempuh pendidikan di Jawa dan Bali.

Bahkan salah satu yang sedang diawasi merupakan WNI yang baru pulang dari Pantai Gading.

"Ada satu yang dari negara Pantai Gading di Afrika. Suhu tubunya sudah diukur, Alhamdulillah normal," lanjutnya.

Bupati Aceh Besar Evakuasi 8 Pemuda Berstatus ODP dari Jalin ke Jantho Sport City

Menyusui Bayi Saat Pandemi Covid-19, Bahayakah? Ini Penjelasan KPPPA

230 Warga Kecamatan Pidie Pulang dari Zona Merah, Puskesmas tak Boleh Keluarkan Surat Kir

Farij menjelaskan tidak semuanya masuk ke Bandamulia melalui jalur tikus di Aceh Tamiang.

Dari laporan yang diterimanya, beberapa orang yang sedang diawasi itu datang ke Bandamulia melalui Medan, khususnya yang berstatur pelajar dan mahasiswa.

"Yang TKI ada juga melalui Tanjungbalai, Sumatera Utara. Begitu tiba di sini, langsung dilakukan pendampingan oleh tim kesehatan Puskesmas," terangnya.

Dia menambahkan saat ini seluruh kampung di Bandamulia sudah menerapkan Kampung Siaga Covid-19.

Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat dan memberikan fasilitas kesehatan menggunakan Dana Desa sebesar Rp 50 juta.

Sebelumnya Bupati Aceh Tamiang Mursil mengungkapkan penggunaan dana desa dalam penanggulangan virus Corona untuk mendekteksi virus ini hingga ke pelosok kampung.

Di setiap kampung nantinya akan berdiri posko yang bertugas memantau perkembangan di masing-masing daerah.

"Kalau gugus tugas kan tidak menyentuh ke kampung-kampung. Kita maunya penanganan ini masih kampung, makanya nanti akan dibuat posko mengguakan dana desa itu," ujarnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved