Berita Aceh Selatan
Enam Unit Rumah Warga di Gunung Kerambil Tapaktuan Dihantam Gelombang
"Saat ini ada enam unit rumah warga yang kondisinya sudah sangat terancam, karenanya kami meminta pemerintah melakukan penanganan segera,"
Penulis: Taufik Zass | Editor: Nurul Hayati
"Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka 30 unit rumah warga di Gampong Gunung Kerambil terancam ambruk. Saat ini ada enam unit rumah warga yang kondisinya sudah sangat terancam, karenanya kami meminta pemerintah melakukan penanganan segera," kata Panglima Laot Teupin Gunung Kerambil, Wisfina, Kamis (9/11/2020).
Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Lima unit rumah warga di Lorong II, Dusun Sentosa, Gampong Gunung Kerambil, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan terancam roboh ke laut.
Hal itu diakibatkan hantaman pasang ombak besar yang sedang melanda kawasan tersebut.
Warga berharap, pemerintah segera membangun tanggul pemecah ombak (breakwater) di sepanjang bibir pantai tersebut.
"Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka 30 unit rumah warga di Gampong Gunung Kerambil terancam ambruk. Saat ini ada enam unit rumah warga yang kondisinya sudah sangat terancam, karenanya kami meminta pemerintah melakukan penanganan segera," kata Panglima Laot Teupin Gunung Kerambil, Wisfina, Kamis (9/11/2020).
Diungkapkannya, setiap terjadinya pasang ombak besar warga yang tinggal di sepanjang bibir pantai tersebut dibuat resah, karena belum adanya tanggul pemecah ombak.
Bahkan, ada sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah saudara.
• Produksi Masker, Solusi Jitu Taiwan Tekan Korban COVID-19
"Ya, kalau tetap tidur di rumah kami tidak nyaman karena suara ombak yang menghantam dapur kami sangat mengkhawatirkan keselamatan, karenanya dengan situasi seperti ini kami lebih memilih mengunsi ke tempat saudara," timpal Zulhermanto alias Ajo, salah seorang warga yang rumahnya juga ikut dihantam ombak.
Panglima Laot Teupin Gunung Kerambil menyebutkan, panjang tanggul pemecah ombak yang harus dibangun diperkirakan sepanjang 400 meter lagi.
"Jika ini bisa ditangani segera, maka masyarakat yang tinggal di sini bisa hidup nyaman dari ancaman ombak," jelasnya.
Adapun rumah warga yang saat ini kondisinya sudah sangat terancam, tambah Wisfina, yakni rumah milik Maidin, Cut Mursal, Usman, Zulhermanto alias Ajo, Saimi, dan Khairi.
"Persoalan ini sudah berlangsung lama, namun belum juga adanya penanganan. Karenanya kita berharap kepada pemerintah untuk segera mencari solusi penanganan," pungkasnya.
Pantauan Serambinews.com, saat ini warga setempat secara bergotong royong menangani secara darudat abrasi yang kian mengancam pemukiman penduduk tersebut. (*)
• Dana Desa Bisa Digunakan Biayai Warga yang Sedang Menjalani Masa Isolasi Corona, Ini Syaratnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rumah-warga-tapaktuan-aceh-selatan-terancam-roboh-ke-laut-akibat-hantaman-pasang.jpg)