Jumat, 17 April 2026

Virus Corona Serang Dunia

Donald Trump Ingin Lockdown Segera Berakhir, Pertimbangkan Perekonomian Amerika Serikat

Dia secara khusus menyatakan maksudnya untuk membuka kembali aktivitas perekonomian di mana seluruh negara bagian AS kembali 'online' serentak

Editor: Faisal Zamzami
Researchgate
Donald Trump 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON, D.C, - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana memajukan masa berakhir lockdown di AS.

Dia secara khusus menyatakan maksudnya untuk membuka kembali aktivitas perekonomian di mana seluruh negara bagian AS kembali 'online' serentak pada 1 Mei mendatang.

Keinginan Trump ini masih dalam wacana dan berdasarkan beberapa pertimbangan. Salah satu pertimbangan besar tentu saja perekonomian AS.

Pada pekan lalu saja, sebanyak 6,6 juta orang telah melayangkan klaim pertama mereka tentang tunjangan pengangguran .

Total orang yang mengajukan klaim sejauh ini di AS sebanyak 16,8 juta orang.

Pakar kesehatan AS sebelumnya telah mengatakan kalau penutupan massal alias lockdown baru bisa diketahui kapan berakhirnya tergantung dari perkembangan virus itu sendiri.

Tim perekonomian pemerintahan Trump telah melakukan serangkaian rapat untuk membahas kondisi ekonomi yang dibuka perlahan dan bukan sekaligus.

Administrasi Trump setidaknya harus mengumumkan terlebih dahulu jadwal estimasi dengan panduan tentang bagaimana proses transisi perekonomian kembali ke jalur normal.

Trump sejauh ini tidak jelas otoritasnya terhadap kemampuan lockdown, begitu pun kemampuannya untuk membuka lockdown kembali.

Terutama, apabila tidak ada pejabat lokal dan pelaku bisnis juga lembaga yang akan menangung risiko santai terlalu cepat.

Mengingat, pedoman pemerintah federal tentang menutup bisnis dan membatasi pertemuan hanya merupakan rekomendasi.

Ada pun soal bagaimana dan kapan lockdown di negara AS kembali dibuka, sebagian besar dipegang otoritasnya oleh gubernur negara bagian yang sampai saat ini masih memberlakukan perintah wajib tinggal di rumah.

Padahal, berdasarkan survei yang dilakukan CNN pada Rabu (8/4/2020) sebanyak 60 persen rakyat AS mengatakan mereka merasa tidak nyaman jika kembali ke pekerjaan rutin mereka jika prinsip social distancing masih diberlakukan di penghujung April.

Saat ini AS telah melaporkan lebih dari 454.000 kasus infeksi yang disebabkan oleh virus corona.

Sebanyak lebih dari 16.000 orang bahkan dinyatakan tewas.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved