Update Corona di Aceh Timur
Dampak Covid-19, Hotel di Aceh Timur dan Travel Rumahkan Karyawan
Akibat dilanda wabah Virus Corona atau coronavirus (covid-19), sektor perhotelan juga mengalami kerugian drastis
Penulis: Seni Hendri | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Seni Hendri l Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI – Akibat dilanda wabah Virus Corona atau coronavirus (covid-19), sektor perhotelan juga mengalami kerugian drastis, sehingga puluhan karyawannya diliburkan tanpa digaji atau unpaid leave.
Hal itu disampaikan oleh, General Manager The Royal Idi Hotel, Nazirman S Kom, kepada Serambinews.com, Minggu (12/4/2020).
“Semua kegiatan hotel dibatalkan, dan 90 % karyawan dirumahkan /diliburkan tanpa digaji (unpaid Leave),” ungkap Nazirman.
Jika sebelumnya waktu normal tingkat hunian kamar 10-15 kamar per malam, maka saat ini persentase tingkat hunian kamar 1-5 % atau 1-5 kamar per malam.
“Itupun tamunya khususnya local dari Aceh, kalau dari Jakarta kita tolak. Kita selektif penuh dalam rangka mencegah penyebaran virus corona,” ungkap Nazirman.
• Tinggalkan Suami & Anak, Wanita Asal Subulussalam Ini Jadi Relawan Corona di RS Darurat Wisma Atlet
Akibat rendahnya tingkat hunian kamar ini, jelas Nazirman, berdampak terhadap pendapatan operasional hotel.
Sehingga hotel per 1 April 2020 mengambil kebijakan meliburkan 46-dari 56 karyawannya akibat tidak mampu membiayai operasional hotel.
10 karyawan yang dipertahankan untuk merawat areal hotel, dan memberikan pelayanan lainnya secara bergantian.
• Alhamdulillah, Lagi Satu Pasien Positif Covid-19 Sembuh di RSUDZA Banda Aceh
“Untuk menerapkan Physical Distancing maka breakfast tamu kita antar ke kamar,” ungkap Nazirman.
Selain tidak mampu menggaji karyawan, akibat Covid-19, hotel terkendala membayar tariff Listrik, air, BPJS Ketenagakerjaan, dan pajak.
Sehingga pihak hotel telah menyurati instansi terkait memohon penangguhan atau relaksasi pembayaran akibat dampak Covid-19 ini.
Travel Umrah
Tidak hanya perhotelan, wabah virus corona yang melanda dunia juga menyebabkan sector travel umrah merugi.
Seperti yang dialami travel umrah PT Multazam Wisata Agung diutarakan salah satu pengurusnya, Alfian, menyebutkan travelnya itu mengalami kerugian dari segi operasional, dan pendapatan pengurus.
• MPU Abdya Imbau Warga Agar Tak Cemas Berlebihan Tanggapi Hasil Rapid Test
Hal ini akibat pemerintah Arab Saudi tidak memberikan izin visa umrah akibat wabah virus corona.
Seharusnya 28 orang jamaah umrah pada travel PT Multazam diberangkatkan menunaikan ibadah umrah ke Kota Suci Makkah 22 Maret 2020 lalu.
Namun karena pemerintah Arab Saudi tidak memberikan izin visa sehingga keberangkatan 28 jamaah umrah pada travel tersebut ditunda.
"Ditunda keberangkatannya karena pemerintah Arab Saudi tidak memberikan izin visa umrah.
Padahal jamaah sudah menjalani semua persyaratan," ungkap Alfian pengurus travel umrah PT Multazam Wisata Agung, Minggu (12/4/2020).
• Putuskan Penyebaran Covid-19, Polres Sabang Perketat Masuknya Pendatang
Alfian mengatakan, jamaah umrah pada travelnya itu paket 13 hari dengan biaya Rp 22,5 juta per orang.
Karena pemerintah Arab Saudi menutup sementara pintu umrah akibat wabah virus Corona, sehingga pihaknya memberikan pengertian kepada jamaah.
Beruntungnya para jamaah dapat memakluminya.
"Kita jelaskan kepada jamaah apabila sudah dibuka kembali kita akan berangkat umrah.
Kita berharap kepada pemerintah Arab Saudi segera membuka membuka kembali Ibadah umrah," harap Alfian. (*)
• 675 Warga Abdya Pulang Kampung, ODP tak Bertambah, Wanita Diduga Positif Virus Corona Masuk PDP
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/the-royal-idi-hotel-aceh-timur.jpg)