Tidak Ada Penambahan Pasien Covid-19 di Aceh, Direktur RSUZA: Jangan Terlalu Senang Dulu
Penambahan hanya terjadi pada ODP (orang dalam pemantauan), dimana dari sebelumnya sebanyak 1.373 kasus, bertambah menjadi 1.386 kasus
BANDA ACEH - Hingga Senin (13/4/2020) tidak ada penambahan pasien positif Corona (Covid-19) di Aceh. Penambahan hanya terjadi pada ODP (orang dalam pemantauan), dimana dari sebelumnya sebanyak 1.373 kasus, bertambah menjadi 1.386 kasus.
Sementara untuk pasien dalam pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 56 orang, dengan rincian 3 masih dirawat, pulang dan sehat 52 orang, dan meninggal dunia satu orang. Namun data PDP pada website Dinas Kesehatan Aceh itu sedikit berbeda dengan kondisi Minggu (12/4/2020) kemarin, dimana sebelumnya PDP tercatat sebanyak 60 orang.
Serambi belum memperoleh penjelasan terkait ada perbedaaan data PDP ini. Namun terkait dengan tidak adanya penambahan pasien positif Corona, hal itu dibenarkan oleh Direktur Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, dr Azharuddin.
“Tidak ada lagi pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUZA, artinya saat ini Aceh nol pasien positif,” kata Azharuddin kepada Serambi, Senin (13/4/2020).
Meski demikian, dr Azharuddin tetap meminta masyarakat agar tidak senang dulu dengan kondisi yang mengembirakan ini. Ia meminta masyarakat agar tetap waspada dan patuh pada imbauan pemerintah, seperti tidak keluar rumah, mencuci tangan, pakai masker (jika ke luar rumah), social distancing, dan lain-lain.
"Jangan terlalu senang dulu, karena belum dinyatakan virus itu sudah reda. Mungkin pergerakannya tidak sama. Jangan-jangan kita sekarang tenang-tenang dulu, belum sampai gilirannya. Jakarta kan sedang tinggi-tingginya, reda di sana, jangan-jangan polanya mengalir ke sini. Tapi kita tetap berharap agar semuanya reda," kata Azharuddin.
Saat ini, lanjut dia, semua penduduk dunia, khususnya negara-negara terjangkit, menginginkan agar pandemi global ini segera berakhir. Tetapi jika melihat episentrum dunia, belum ada titik lemah terhadap Covid-19 ini. "Bahkan di Amerika semakin banyak, angka kematian bertambah. Spanyol juga," sebut Azharuddin.
Begitu juga di Indonesia. Saat ini sambung Azharuddin, kasus di Jakarta terus meningkat, demikian juga di Yogyakarta. "Nah bagaimana kita di sini? Kita saat ini belum ada lockdown area perjalanan dari satu provinsi ke provinsi lain, maskapai masih terbang. Jadi ini masih sangat rentan, bisa saja virus ini dibawa oleh siapapun dan tertular ke yang lainnya," imbuh Direktur RSUZA ini.
Azharuddin mengaku sangat khawatir dengan orang-orang yang masih melakukan mudik atau pulang dari dalam atau luar negeri, apalagi mereka yang pulang dari area merah. "Ini yang harus kita waspadai, lebih baik di rumah saja, karena virus ini bisa saja dibawa oleh orang-orang yang sehat tapi tetap bisa menular ke orang lain," jelasnya.
Tidak ada jaminan
Azharuddin juga menyatakan sangat bersyukur terhadap empat pasien positif Covid-19 di Aceh yang sudah dinyatakan sembuh. Namun dia berharap, ke empat pasien itu benar-benar menjaga diri agar tidak terjangkit kembali. Sebab tidak ada jaminan pasien positif dan kemudian sembuh tidak terjangkit kembali.
"Secara teori tidak ada satupun yang menggaransi atau menjamin bahwa orang yang sudah sembuh tidak terjangkit lagi. Karena jenis virus ini banyak sekali, bisa saja nanti kena jenis virus lain, baik yang lebih kuat atau yang lebih lemah," ujarnya.
Sesuai SOP
Azharuddin dalam kesempatan yang sama juga mengapresiasi semua tim medis, terutama di RSUZA yang telah bekerja sesuai SOP dan cukup profesional dalam menangani pasien positif Covid-19 dan PDP. Kesembuhan para pasien itu ia katakan, merupakan anugerah Allah SWT yang dibarengi dengan tugas profesional semua tim medis.
"Kita merawat cukup baik dan sangat ketat prosedur, mulai dirawat dari ruang RICU hingga ke ruang Pinere. Kalau ruang RICU itu ruang rawat intensif dan ruang Pinere pasien yang keadaannya sudah stabil dan membaik," katanya.