Ramadhan 1441 H
Mengapa Puasa Menjadi Kewajiban Pada Muslim ? Ini Penjelasannya
Betapa pentingnya berpuasa pada bulan suci Ramadhan ini, sampai menjadi bukti keislamannya seseorang.
Betapa pentingnya berpuasa pada bulan suci Ramadhan ini, sampai menjadi bukti keislamannya seseorang.
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Puasa pada bulan suci Ramadhan menjadi kewajiban bagi seluruh umat Muslim yang sanggup melaksanakannya.
Puasapun termasuk dalam Rukun Islam.
Ramadhan 1441 H hanya tinggal beberapa hari lagi, ibadah yang dilakukan setahun sekali ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang yang beriman.
Betapa pentingnya berpuasa pada bulan suci Ramadhan ini, sampai menjadi bukti keislamannya seseorang.
Lalu mengapa ibadah puasa menjadi kewajiban pada seorang muslim? simak penjelasan berikut ini seperti dikutip pada buku ‘Menyikap Tabir Puasa Ramadhan’ karya KH Cholil Nafis Lc Ph D.
Allah telah mewajibkan ibadah puasa ini sebagaimana yang tertera dalam Al-Quran pada surah Al-Baqarah ayat 183.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS. Al-Baqarah : 183).
• Ancaman Corona di Pidie, Lapak Pedagang Daging Meugang Harus Pasang Plastik Transparan
• TP-PKK Kota Sabang Bagikan Sembako untuk Masyarakat
• Atasi Kesulitan Petani Kopi Gayo, Koperasi Kopi Bisa Bagikan Deviden Lebih Awal
Inti disyariatkannya puasa adalah menahan diri dan mengendalikan syahwat kemanusiaan, yaitu sesuatu yang menjadi keinginan dan kebutuhan manusia.
Seperti keinginan makan, minum dan hubungan badan dengan pasangannya, tetapi ditahannya dalam jangka waktu tertentu yang sebenarnya halal, karena semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
Menahan diri dari makan dan minum dapat melemahkan syahwat yang buruk. Syahwat seringkali memperdaya manusia yang dapat menghancurkan martabat manusia.
Menahan diri dari makan dan minum yang berlebihan dapat membekali seseorang untuk mengendalikan hawa nafsunya.
Nafsu seksual dalam perspektif Islam tidak dimusnahkan, tetapi dikendalikan.
Imam Al-Bushoiri menyamakan nafsu dengan bayi yang akan selalu meminta susu kepada ibunya.
Nafsu merajalela seperti seks bebas, rakus, korupsi, pelit mengeluarkan zakat dan sedekah akan menjauhkan seseorang dari Allah SWT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-ramadhan.jpg)