Kamis, 4 Juni 2026

Ramadhan

Empat Keutamaan Bulan Ramadhan yang Perlu Anda Tahu

Selain berpuasa, di bulan Ramadhan ini juga banyak sekali amalan-amalan yang bisa menambah pahala kita.

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
DOKUMEN SERAMBINEWS.COM
Empat keutamaan bulan Ramadhan yang perlu Anda tahu 

Selain berpuasa, di bulan Ramadhan ini juga banyak sekali amalan-amalan yang bisa menambah pahala kita.

SERAMBINEWS.COM – Berpuasa di Bulan Ramadhan bermakna menahan diri dari segala yang membatalkannya.

Selain berpuasa, di bulan Ramadhan ini juga banyak sekali amalan-amalan yang bisa menambah pahala kita.

Allah SWT berfirman, yang artinya: 

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa," (QS Al-Baqarah: 183)

Bulan Ramadhan memiliki banyak sekali keutamaan, seperti dilansir dari Muslim.or.id, oleh Muhammad Abduh Tuasikal disebutkan beberapa keutamaan bulan Ramadhan. 

Duka di Hari Meugang, Rumah Warga Lampoh Daya, Banda Aceh, Terbakar

1. Ramadhan adalah bulan diturunkannya Alquran. 

Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia.

Bulan ini dipilih sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Alquran  diturunkan.

Sebagaimana Allah SWT berfirman, yang artinya:

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS Al Baqarah: 185)

Ibnu Katsir tatkala menafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan, ”(Dalam ayat ini) Allah SWT memuji bulan puasa ‘bulan Ramadhan’ dibanding bulan-bulan lainnya.

Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada para Nabi ’alaihimus salam.

Ahyu, Purna Paskibarka Asal Aceh Utara yang Jadi Finalis Putri Kebudayaan Aceh 2020, Ini Profilnya

2.   Setan-setan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka. 

Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” (HR Bukhari)

Hadis di atas dapat bermakna, terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu Jahannam dan terbelenggunya setan-setan sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan dan mulianya bulan tersebut.

Juga dapat bermakna terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan, seperti puasa dan shalat malam.

Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya.

Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat.

Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya.

Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu.

3. Terdapat malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan

Pemerintah Aceh Serahkan 2.031 Paket Sembako Bagi Warga Miskin di Langsa Terdampak Covid-19

Pada bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan).

Pada malam inilah, yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan saat diturunkannya Al Qur’anul Karim.

Allah SWT berfirman yang artinya:

”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan).

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).

Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3).

Yang dimaksud malam yang diberkahi di sini adalah malam lailatul qadr. 

Pembayaran Tanah Tol Rp 600 Miliar Lebih Kecamatan Kutabaro Terkendala

4.      Bulan Ramadhan adalah salah satu waktu dikabulkanya doa

Sebagaimana sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya:

Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan. (HR. Al Bazaar)

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”. (HR. At. Tirmidzi)

Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdo’a dari awal ia berpuasa hingga akhirnya karena ia dinamakan orang yang berpuasa ketika itu.

Disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdo’a demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai serta jangan lupa pula untuk mendoakan kaum muslimin lainnya. (Serambinews.com/Firdha Ustin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved