PON 2020 Papua
Ingin Pertahankan Emas di PON, Perpani Aceh Kontrak Pelatih Iran
Medali emas disumbangkan atlet muda, Nuzul Puji Rama setelah mempermalukan jagoan tuan rumah sekaligus juara bertahan nomor nasional.
SERAMBINEWS.COM - BANDA ACEH - Demi mempertahankan prestasi di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua, Pengprov Perpani Aceh langsung melakukan persiapan.
Ternyata, mereka sudah memastikan mengontrak pelatih nasional asal Iran, Behzad Pakzad guna mencapai target tersebut.
“Persaingan di arena PON kali ini pasti ketat. Kita ingin mempertahankan tradisi merebut medali di PON. Untuk itulah, kita pengurus Perpani bertekad memboyong pelatih timnas Iran untuk melatih atlet Aceh,” ungkap Ketua Umum Perpani Aceh, Dr Nyak Amir MPd kepada Serambinews, Rabu (22/4/2020).
Sebagaimana diketahui, pada pelaksanaan PON 2016 di Jawa Barat ketika itu, atlet panahan Aceh berhasil mencetak prestasi mengesankan.
Kala itu, pemanah Tanah Rencong mendulang satu emas, dua perak, dan dua perunggu.
Medali emas disumbangkan atlet muda, Nuzul Puji Rama setelah mempermalukan jagoan tuan rumah sekaligus juara bertahan nomor nasional.
• Sembilan Warga Pidie Berstatus PDP Diisolasi di Rumah, Delapan PDP Dinyatakan Sembuh
• BREAKING NEWS - Lagi, Dua Warga Aceh Tamiang Positif Corona Hasil Rapid Test
• Pemuda Palestina Seorang Pos Polisi Israel
Nyak Amir yang juga Sekjen PB Perpani mengakui, pada PON 2020 hanya menyediakan 15 medali emas. Padahal, di PON 2016 Jawa Barat, cabang panahan memperebutkan 19 emas.
Malahan, saat pesta empat tahunan di Kalimantan Timur (Kaltim) 2008, panahan menyediakan medali hingga 22 keping.
“Dengan semakin sedikit perebutan medali emas, tentu saja persaingan kian sengit. Supaya target mempertahankan prestasi PON 2016 terpenuhi, maka kita berani memboyong pelatih luar negeri ke Aceh,” sebut Nyak Amir yang juga dosen Unsyiah itu.
Pada bagian lain, Ketua Perpani Aceh mengungkapkan, mereka sukses meloloskan delapan atlet terbaik ke PON di Papua.
Untuk nomor regu recurve putra meloloskan Dhea Rahmat, Muhammad Farhan dan peraih medali emas PON Jabar, Nuzul Puji Rama. Sementara untuk putri atas nama Lilis Safriana.
Sementara untuk nomor compound, Aceh meloloskan Muhammad Mondir (putra), dan Munawarah (putri).
Sedangkan Muhammad Iqbal dan Fahrul Azmi akan bertanding di nomor nasional. Mereka ditangani trio pelatih Gaga Rudi, Noerbeni, dan Irwansyah.
• Oknum Baitul Mal Desa Diduga Sunat Uang Zakat Milik Warga Miskin
• Ungkap Kasus Sabu 45 Kg, Polres Aceh Timur Terima Penghargaan dari Plt Gubernur Aceh
• Viral, Karyawan Menangis karena Minimarket Dirampok Saat Dirinya Bertugas, Begini Aksi Perampokan
Sebenarnya, sebut Nyak Amir, mereka memiliki kesempatan untuk meloloskan atlet di nomor compound beregu putra. Sayangnya, langkah atlet Aceh terhenti karena kalah satu poin dari pesaingnya.
Saat ini, sebut Nyak Amir, keedelapan atlet sedang menjalani Pelatda sebagai persiapan untuk PON.
Latihan mereka terbagi di dua lokasi yakni di Lapangan Lamnyong, dan Lapangan Panahan Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya.
Terbaginya lokasi pelatihan tak lepas dari imbauan Ketua Umum KONI Aceh, H Muzakkir Manaf.
Karena, pada saat pembukaan Pelatda, Mualem mengharapkan dalam latihan atlet PON Aceh tetap harus mengikuti imbauan dari pemerintah.
Malahan, agar pelaksanaan Pelatda tak menyalahi aturan dari pemerintah, latihan atlet tersebut harus dipantau oleh tim dokter.
“Khusus bagi cabang yang atletnya lebih dari lima orang, maka latihannya harus digelar di dua lokasi terpisah, sehingga tak ada terjadi kerumunan,” tegas Mualem.(*)
• VIDEO - Musrenbang Pemkab Nagan Raya Berlangsung Melalui Video Teleconference
• VIDEO - Warga Gampong Baroe Peudada Ikut Padat Karya Tunai, Dapat Upah Rp 100 Ribu Per Hari
• VIDEO - Pasukan Israel Tembak Mati Pria Palestina di Pos Militer Yerusalem Timur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-nyak-amir-mpd-dosen-unsyiah.jpg)