Jalan Putus di Aceh Singkil

Jalan ke Singkohor Putus, Industri Kelapa Sawit di Aceh Singkil belum Didukung Sarana Transportasi

Jalan yang ada sempit, kemudian kualitas aspal tak sebanding lagi dengan bobot kendaraan pembawa tandan buah segar kelapa sawit dan...

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Dok: Wanhar
Jalan menuju Kecamatan Singkohor, di kawasan Lae Hame, Aceh Singkil, kembali putus. Kendaraan roda empat tak bisa melintas, Kamis (23/4/2020). 

Jalan yang ada sempit, kemudian kualitas aspal tak sebanding lagi dengan bobot kendaraan pembawa tandan buah segar kelapa sawit dan kendaraan pembawa crude palm oil (CPO) dari pabrik kelapa sawit yang dikirim menuju Belawan, Sumatera Utara.

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Kecamatan Singkohor, tumbuh menjadi kawasan industri kelapa sawit baru di Kabupaten Aceh Singkil.

Dengan berdirinya dua pabrik kelapa sawit milik swasta.

Kehadiran pabrik tersebut, mendukung perkebunan kelapa sawit milik rakyat serta perkebunan perusahaan yang telah lebih dulu berkembang.

Sayangnya,  kehadiran investor itu tidak didukung dengan tersedianya sarana transportasi berupa jalan yang memadai.

Jalan yang ada sempit, kemudian kualitas aspal tak sebanding lagi dengan bobot kendaraan pembawa tandan buah segar kelapa sawit dan kendaraan pembawa crude palm oil (CPO) dari pabrik kelapa sawit yang dikirim menuju Belawan, Sumatera Utara.

Jalan yang tersedia juga hanya satu, yaitu lintas Singkohor-Gunung Meriah.

Besok Jumat 1 Ramadhan 1441 H, Ini Daftar Khatib dan Imam pada 59 Masjid di Kota Banda Aceh

Selain digunakan warga, juga menjadi jalan pembawa kelapa sawit dan CPO.

Kondisi itu membuat jalan cepat rusak.

Nahasnya lagi di kawasan Lae Hame, Singkohor, jembatan ambruk pada Desember 2019 lalu.

Sehingga jalan putus.

Perbaikan telah dilakukan dengan melakukan penimbunan.

Sayang kembali putus, setelah hujan deras mengguyur tadi malam.

"Tadi malam putusnya. Sempat ditimbun, tapi karena hujan lebat timbunan terbawa air," kata Wanhar Lingga warga Kota Baharu, yang melintas di lokasi, Kamis (23/4/2020).

Akibatnya, kendaraan roda empat dari kedua arah tidak bisa melintas.

Kecuali roda dua bisa melintas menggunakan titian batang kelapa dan papan.

"Kereta (sepeda motor) bisa lewat, tapi sulit," ujar Wanhar. (*)

KONI Jabar Menangi Lelang Judogi Miftah, Juga Modali Atlet Asian Para Games yang Tak Lepas Hijab Ini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved