Pasien Corona di Aceh Bertambah Dua Orang
Dalam satu hari, Jumat (24/4/2020), dua warga Aceh dinyatakan positif terinfeksi virus Corona (Covid-19). Kedua pasien itu adalah MS
BANDA ACEH - Dalam satu hari, Jumat (24/4/2020), dua warga Aceh dinyatakan positif terinfeksi virus Corona (Covid-19). Kedua pasien itu adalah MS, pria, 47 tahun, warga Aceh Besar, dan As, perempuan, 42 tahun, asal Aceh Barat Daya (Abdya). Kedua pasien tersebut dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab mereka di Laboratorium Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) milik Balitbangkes Aceh, kawasan Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.
Direktur Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, dr Azharuddin, kepada Serambi di Banda Aceh, Jumat (24/4/2020) petang, mengatakan, MS berprofesi sebagai aparat keamanan. Menurutnya, MS dinyatakan positif terinfeksi Corona setelah hasil swab-nya keluar pada Kamis (23/4/2020) sore dan diterima oleh RSUZA, Jumat (23/4/2020) pagi. Pengambilan spesimen dari tenggorokannya dilakukan pada 17 April 2020. “Pagi tadi (kemarin pagi) pasien dalam pengawasan (PDP) itu sudah dibawa untuk diisolasi dan dirawat di Ruang Respiratory Intensive Curative Unit (RICU) RSUZA,” ujar Azharuddin.
Sebuah sumber menyebutkan, meski MS bertugas pada sebuah instansi militer di Banda Aceh, tapi ia berdomisili di salah satu kecamatan di Aceh Besar. Seusai Jumat kemarin, rumah pribadi MS langsung disemprot dengan cairan disinfektan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh Besar.
Ia juga dikabarkan baru pulang dari Jakarta. Karena ada keluhan sakit pada tenggorokan dan suhu badannya meningkat di atas normal, sehingga dilakukan swab nasofaring dan orofaring. Hasilnya, MS positif terinfeksi Covid-19.
Sedangkan untuk As, sambung Azharuddin, pengambilan spesimen dari tenggorokannya dilakukan pada 17 April 2020 di RSUZA. Kemudian, spesimen swab As diperiksa di Laboratorium RT-PCR milik Balitbangkes Aceh. Hasil pemeriksaan swab-nya keluar pada Jumat (24/4/2020) sore. Dalam surat pengantar hasil swab yang ditandatangani pemeriksa Nona Rahmaida Puetri SSi, itu disebutkan bahwa As positif terinfeksi Corona.
Azharuddin mengungkapkan, hasil swab pasien As tergolong unik. Dulunya As dinyatakan positif Corona berdasarkan hasil rapid test di Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Blangpidie, Abdya. Lalu, ia dirujuk ke RSUZA dan diambil sampel lendir tenggorokannya untuk dikirimkan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta.
Sepekan kemudian, Sabtu (18/4/2020) sore, hasil pemeriksaan swab As dikeluarkan oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta. Hasil swab ini baru diterima pihak RSUZA pada Minggu (19/4/2020) siang dan As dinyatakan negatif Corona. “Awalnya ia dirawat di RICU RSUZA. Karena kondisi klinisnya membaik, ia pun dirawat lanjutan di Ruang Pinere Covid-19 RSUZA,” jelas Azharuddin.
Setelah hasil swab-nya keluar dengan hasil negatif, sambungnya, As pun diizinkan pulang ke Abdya. Apalagi saat dalam rawatan RSUZA kondisi klinisnya membaik. Sebelum pulang, swab As diperiksa kembali di Laboratorium RT-PCR milik Balitbangkes Aceh. Hasil swab yang keluar pada Jumat (24/2020) sore, As dinyatakan positif Corona.
"Susah juga untuk dijelaskan. Tapi yang pasti, banyak faktor berkontribusi mengapa ada hasil pemeriksaan yang seperti ini: hasil rapid test positif, hasil swab negatif, dan ketika diswab ulang hasilnya positif," kata Azharuddin. Karena sudah kembali ke kediamannya di Abdya, tambah Azhar, petang ini (petang kemarin-red) As langsung dipanggil untuk dibawa kembali ke RSUZA guna diisolasi dan dirawat di RICU.
Pelajaran penting yang bisa diambil dari kasus As, menurut Azharuddin, adalah siapa pun setelah perawatan dengan gejala Covid-19 haruslah selalu bertindak dengan kehati-hatian penuh. "Meski sudah pulang dari rumah sakit, tetap kita minta isolasi diri di rumah dan jaga kesehatan terus," saran Azharuddin.
Dengan kasus kasus terbaru ini, berarti di Aceh sudah sembilan orang yang dinyatakan positif Corona. Dari jumlah tersebut hanya satu orang yang meninggal dunia pada 23 Maret 2020 lalu. Pasien itu berinisial AA (56), warga Lhokseumawe. Sementara empat orang dinyatakan sembuh dan sudah kembali ke rumah masing-masing. Mereka adalah Ib (56) dan YRP (23), warga Aceh Besar, serta pasangan suami istri asal Banda Aceh, Aj (60) dan IA (60).
Sedangkan dua pasien lain (dua-duanya pria) hingga kini dalam perawatan. Satu orang berasal dari Gayo Lues dan satu lagi berinisial AI (54) yang bermukim di Medan, sakit di Pidie, dan kini dirawat sebagai pasien Corona di RSUZA.
Awasi 18 santri
Sementara itu, Dinas Kesehatan Aceh Tamiang mengawasi 18 santri asal kabupaten itu yang baru pulang dari Desa Temboro, Magetan, Jawa Timur. Mereka juga sudah mengikuti prosedur pemeriksaan kesehatan pada masa Covid-19 dengan rapid test. “Dari 18 orang yang kita periksa dengan rapid test, lima orang positf dan Alhamdulillah 13 orang lainnya negatif,” ujar Bupati Aceh Tamiang, Mursil, kepada Serambi, Jumat (24/4/2020).
Ia memastikan, kelima santri yang positif tersebut saat ini sudah dalam penanganan tim medis dan ada juga dalam proses rujukan ke RSUZA. Di RSUZA, akan diambil sampel lendir tenggorokan mereka dan selanjutnya diperiksa di Laboratorium RT-PCR milik Balitbangkes Aceh. Setelah hasil itu keluar, baru dapat dipastikan santri tersebut benar-benar terinfeksi Covid-19 atau tidak.
Satu santri, sebut Bupati, seharusnya sudah tiba di Banda Aceh. Tapi, ambulans yang membawanya mengalami kecelakaan di Lhoksukon, Aceh Utara, sehingga perawatannya dialihkan ke RSUD Cut Meutia. Sementara empat santri lain, tambah Mursil, baru dirujuk ke Banda Aceh pada Jumat (24/4/2020) pagi. “Kami sudah berkoordinasi dengan Kadis Kesehatan Aceh, dan mereka cukup koorperatif menunggu kita di sana,” tukas Mursil. (dik/mad)