Video viral
Viral, Kakek Ini Menangis dan Menjumpai Petugas, Ini Alasannya
Video yang dibagikan oleh akun Instagram @makassar_iinfo, mengundang perbincangan warganet karena prihatin melihat kondisi sang kakek.
Video yang dibagikan oleh akun Instagram @makassar_iinfo, mengundang perbincangan warganet karena prihatin melihat kondisi sang kakek.
SERAMBINEWS.COM - Ketika pandemi Covid-19 melanda, berbagai sektor terdampak.
Apalagi akibat pembatasan aktivitas di luar rumah alias hanya diperintahkan di rumah saja.
Baru-baru ini, viral di media sosial seorang kakek keluar rumah menjumpai petugas.
"Saya lapar," kata kakek ini sambil menangis.
Video yang dibagikan oleh akun Instagram @makassar_iinfo, mengundang perbincangan warganet karena prihatin melihat kondisi sang kakek.
Ia terlihat jujur dalam mengucapkan keluhannya.
Berikut videonya.
Pada postingan, @makassar_iinfo menjelaskan video yang diupload ditujukan kepada pejabat setempat untuk membuat regulasi pembagian bantuan agar semua masyarakat terdampak bisa terbantu.
“Rekaman video ini mungkin bisa ditujukan kepada Bupati Timika supaya pembagian bantuan pemerintah dalam situasi darurat ini bisa dievalusi kembali,” tulisnya pada postingan.
Akun tersebut menambahkan, karena kelaparan, kakek ini memilih keluar rumah.
“Bapak ini terpaksa harus keluar rumah karena lapar, padahal sebelumnya Pemda Timika sudah informasikan kalau bantuan Pemerintah akan dibagi-bagikan lewat RT, tapi bapak ini kecewa dengan RT karena dianggapnya pak RT tidak bagikan kepada mereka/warga,” jelasnya pada postingan.
• Viral, Kementerian PUPR dapat Teguran dari Chef Arnold, Ternyata Cuma Gara-gara Ini
• Polisi Bubarkan Balapan Liar di Tiga Kecamatan Aceh Utara, Begini Aksinya
• Kesal Dituduh Selingkuh, Suami Tega Bakar Istri Hidup-hidup, Pelaku: Saya Khilaf
Terlihat jelas dalam video, kakek berbaju ungu memegang topi berbicara kepada petugas, dengan matanya yang menahan air mata.
Ia sambil memegang perut mengucapkan "Saya lapar," ucapnya.
Terlihat raut kesedihan pada wajah sang kakek.
“RT RT tidak boleh lagi mengambil beras, bagikan langsung kepada keluarga-keluarga, tidak boleh lagi kasih pada RT, RT itu omong kosong,” ujar kakek pada video.
Kakek berbaju ungu itu juga meminta agar jangan memberikan bantuan kepada RT, namun langsung bagikan kepada masyarakat.
“Kalian jangan kasih ke RT lagi, kemarin sudah diinstruksikan karena Covid-19 itu jangan kasih ke RT RT lagi, ke keluarga langsung di rumah, kasih ke RT nanti dia pergi buang,” ucap kakek diiringi dengan beberapa kali mengucapkan ‘saya lapar’.
Melihat kejadian itu, warganet ikut prihatin yang dialami kakek.
Akun @rskadynti_, memberikan saran agar tidak terjadi kecurangan, bagikan sembakonya langsung kepada warga.
“Bagikan aja langsung ke masyarakat, kalau melalui tangan ke tangan selalu aja terjadi kecurangan,” jelasnya pada kolom komentar.
@nezsalsabila, mempertanyakan keberadaan bantuan, kemungkinan besar bantuan belum sampai pada pejabat desa setempat, maka dari itu bantuan belum disalurkan.
“Coba ini cari tahu dulu, apa bantuannya sudah diterima oleh pak RT? Takutnya memang belum turun bantuannya dari Pemda ke RT.
Semoga pandemi ini segera berlalu. Biar semua bisa beraktivitas dan mencari rezeki lagi seperti biasanya,” tulisnya pada kolom komentar.
Akun @sinarr_a, memberikan saran, agar pihak terkait yang bertugas memberikan bantuan, utamakan kepada mereka yang benar-benar sulit dahulu.
“Sebaiknya pembagian sembako dibagikan kepada yang tidak mampu terlebih dahulu, dari pada harus dibagikan ke orang yang punya rumah mewah dan berkecukupan.
Kita tau kita semua butuh bantuan tapi alangkah baiknya kita memperhatiakan orang kecil sebelum memperhatikan orang yang berkecukupan,” imbuhnya di kolom komentar. (Serambinews.com/Syamsul Azman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kakek-menangis-dan-menjumpai-petugas.jpg)