Corona Serang Dunia
Dokter Wanita Palestina Pimpin Perawatan Pasien Covid-19 Israel, Ini Perjuangannya
Dokter wanita Arab, keturunan Palestina, Khitam Hussein (44) ditunjuk sebagai pemimpin penanganan warga Israel yang positif Covid-19.
SERAMBINEWS.COM, HAIFA - Dokter wanita Arab, keturunan Palestina, Khitam Hussein (44) ditunjuk sebagai pemimpin penanganan warga Israel yang positif Covid-19.
Setiap pagi sejak Februari 2020, dia bangun sebelum subuh untuk bergegas ke garis depan perjuangan negara Yahdui itu untuk melawan virus Corona baru.
Khitam Hussein langsung muncul sebagai anggota terkemuka komunitas Arab-Israel yang selama ini terus diabaikan oleh pemerintah Israel.
Tetapi, saat ini memainkan peran penting dalam menghadapi krisis kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dia mengepalai respons wabah di Rumah Sakit Rambam dekat Haifa, rumah sakit terbesar di Israel utara, dan telah bekerja 12 jam sehari selama berbulan-bulan.
"Ini pekerjaan yang sangat sulit, tidak ada hari seperti hari lain," katanya kepada AFP, Selasa (28/4/2020).
"Hidup kita terbalik," katanya.
Israel telah mengkonfimasi lebih dari 15.000 kasus COVID-19, dengan 202 kematian.
Khitam Hussein mengatakan di tengah pandemi global, momen individu dengan pasien telah menciptakan kenangan abadi.
Dia mengenang pasangan lansia yang tiba di rumah sakit, keduanya sakit parah karena virus itu.
Dikatakan, saat kondisi suami memburuk dengan cepat, mereka membiarkan pasangan itu saat terakhir bersama.
"Kami mengizinkan istrinya yang sakit, terlepas dari kondisinya, untuk berbicara dengan suaminya - untuk mengucapkan selamat tinggal," katanya.
Sang suami meninggal tak lama setelah itu.
"Sebagai manusia itu sulit, semua staf medis sedih."
• 40 Daftar Negara Disebut Paling Aman dari Penyebaran Corona, Israel No 1 Disusul Jerman dan Korsel
• VIDEO - Pasukan Israel Tembak Mati Pria Palestina di Pos Militer Yerusalem Timur
• Dalam Sehari, Israel Umumkan 342 Kasus Baru Virus Corona, Total Sudah Melampaui 3.000
Bangsa Arab Israel adalah keturunan orang-orang Palestina yang tetap tinggal di tanah mereka pada tahun 1948, tahun dimana negara Yahudi itu menyatakan kemerdekaannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dokter-wanita-palestina.jpg)