Sabtu, 9 Mei 2026

Luar Negeri

Mantan Anggota ISIS Buat Rusuh di Penjara Suriah

Kelompok Negara Islam (ISIS) membuat kerusuhan di penjara timurlaut Suriah, pada Minggu (3/5/2020).

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Nazeer Al-khatib
Pasukan Kurdi didukung pemberontak Suriah menyerang kelompok Kurdi yang telah berhasil mengusir kelompok ISIS di Ras al-Ain, perbatasan Turki-Suriah pada 12 Oktober 2019. 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Kelompok Negara Islam (ISIS) membuat kerusuhan di penjara timurlaut Suriah, pada Minggu (3/5/2020).

Bulan lalu juga melakukan kekerasan serupa di fasilitas itu, sehigga empat ekstremis berhasil melarikan diri, kata seorang pemantau perang oposisi dan seorang aktivis kolektif Kurdi..

Pasukan Kurdi mengirim bala bantuan ke penjara di timur Provinsi Hassakeh dan helikopter militer AS terbang di atas penjara tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Pemantau HAM Suriah yang berbasis di Inggris, dan North Press Agency, sebuah platform media yang beroperasi di daerah yang dikelola Kurdi .

Otoritas Kurdi saat ini mengoperasikan lebih dari dua lusin fasilitas penahanan yang tersebar di seluruh timurlaut Suriah, menahan sekitar 10.000 pejuang ISIS.

ISIS Tetap Eksis, Ini Kebrutalan Terbarunya

Israel Roket Gudang Senjata Suriah

Pemberontak Suriah Demo Hayat Tahrir al-Sham

Di antara para tahanan itu ada sekitar 2.000 orang asing yang negaranya menolak untuk memulangkan mereka, termasuk sekitar 800 orang dari Eropa.

Rincian lebih lanjut tidak segera tersedia pada kerusuhan tersebut, dan tidak jelas apakah kerusuhan dipicu oleh kekhawatiran tentang potensi penyebaran virus Corona di penjara.

Pada akhir Maret 2020, dua hari kerusuhan pecah di fasilitas yang sama ketika mantan anggota ISIS merobohkan pintu dan membuat lubang di dinding di antara sel.

Empat tahanan melarikan diri tetapi ditangkap sehari kemudian.

Kerusuhan itu ditumpas oleh Pasukan Demokratik Suriah Kurdi yang dipimpin AS.

Setelah itu, komandan utama SDF, Mazloum Abdi mendesak negara-negara asal pejuang asing untuk menemukan solusi bagi para tahanan.

Kerusuhan itu adalah salah satu pemberontakan paling serius oleh para tahanan sejak ISIS dikalahkan setahun yang lalu, seperti dilansir AP, Minggu (3/5/2020).

 SDF mengambil alih kendali atas sebidang tanah terakhir yang dikendalikan oleh para ekstremis di Suriah timur.

Sebuah kebangkitan ISIS di Suriah dan Irak telah menimbulkan kekhawatiran bahwa kelompok militan mengambil keuntungan dari pandemi virus Corona dan kekacauan ekonomi.

Bulan lalu, koalisi yang dipimpin AS mengatakan telah menyerahkan perlengkapan kesehatan dan kebersihan ke fasilitas penahanan di timurlaut Suriah, seperti cuci tangan, tisu desinfektan, masker wajah dan sarung tangan.

Satu kematian akibat virus korona dilaporkan di wilayah yang dikuasai Kurdi di Suriah pada April.

 Pemerintah pusat di Damaskus telah mendaftarkan 43 kasus dan tiga kematian.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved