Selasa, 28 April 2026

Berita Langsa

Polisi Selidiki Limbah Pabrik Lem di Langsa Barat yang Tercemar, Begini Kata Asisten Manejer PT AMI

Limbah itu diduga dibuang keluar, sehingg kini mencemari parit (saluran) permukiman warga sekitar.

Penulis: Zubir | Editor: Mursal Ismail
FOR SERAMBINEWS.COM
Air bercampur limbah kimia cemari saluran pemukiman warga Gampong Alur Dua Bakaran Bate, Kecamatan Langsa Barat, yang diduga dari pabrik lem PT AMI 

Limbah itu diduga dibuang keluar, sehingg kini mencemari parit (saluran) permukiman warga sekitar.

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Polisi masih menyelidiki kasus limbah cair berbahaya dari pabrik lem berinisial  PT AMI di Gampong Alur Dua Bakaran Bate, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa.

Limbah itu diduga dibuang keluar, sehingg kini mencemari parit (saluran) permukiman warga sekitar.

Kapolres Langsa, AKBP Giyarto SH SIK, melalui Kapolsek Langsa Barat, Ipda Muliyadi SE, kepada Serambinews.com, malam ini, mengaku telah menerima laporan secara lisan dari masyarakat Gampong Alur Dua Bakaran Bate.

Ya, laporan tentang limbah cair dari pabrek lem PT AMI yang mengalir ke saluran pembuangan air warga sekitat.

"Setelah warga melapor secara lisan, kemarin (Sabtu-red), anggota kita langaung turun ke lapangan melakukan pulbaket (pengumpulan barang bukti dan keterangan) dan bukti-bukti lain yang ada.

Saat ini kita lidik dulu," ujar Kapolsek.

Akun Tokopedia Diretas, Pengguna Diminta Ganti Password dan Aktifkan One Time Password Lewat SMS

Tercatat 3.242 Warga Pulang ke Bener Meriah, Darwinsyah Minta Tim Gugus Tugas Covid-19 Awasi Ketat

Banjir Mulai Surut di Tripa Makmur Nagan Raya, Jalan Provinsi Masih Terendam

Sebelumnya dilaporkan, limbah berbahaya dari pabrik lem PT AMI di Gampong Alur Dua Bakaran Bate, Kecamatan Langsa Barat, diduga dibuang keluar dan mencemari parit (saluran) pemukiman warga sekitar.

Akibat dari pencemaran limbah cair pabrik lem yang berwarna merah ini, membahayakan masyarakat sekitar dan hewan ternak mereka yang bisa keracunan air saluran bercampur limbah kimia ini.

Informasi yang dihimpun Serambinews.com, Minggu (3/05/2020) dari masyarakat setempat, menyebutkan pencemara limbah kotoran dari produksi lem di PT AMI itu terjadi sejak Jumat (02/05/2020) lalu.

Bahkan berapa sumber mengatakan limbah pabrik lem yang berwarna merah pekat ini memang diduga sengaja dibuang oleh oknum pekerja PT AMI ini karena saat ini sering hujan.

Limbah itu sengaja dibuang saat datangnya hujan, mungkin agar limbah cair ini cepat mengalir dari saluran ke muara akhir.

Namun saat ini limbah itu mengendap di saluran air di rumah-rumah warga sekitar pabrik lem tersebut.

Masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik saat ini cukup cemas, karena ditakutkan limbah cair pabrik ini akan berdampak ke kesehatan mereka.

Apalagi hewan ternak seperti bebek, sapi, dan ayam meminum air saluran, sehingga dikhawatirkan hewan ternak mereka juga akan mati atau membawa wabah penyakit ke depannya.

"Yang namanya limbah setahu kami pasti mengandung zat kimia.

Kita kecewa mengapa limbah ini bisa bocor yang berdampak membahayakan kami warga sekitar," ujar warga.

Limbah cair diduga dibuang dari pabrik lem PT AMI yang kini mencemari lingkungan ini, berpotensi membahayakan warga di permukiman padat penduduk di Gampong Bakaran Bate ini. 

Sementara Keuchik Gampong Alue Dua Bakaran Batee, Andi Syahputra, kepada wartawan, membenarkan adanya limbah di saluran daerah permukiman warga, yang diduga sengaja dibuang dari parik lem PT AMI di gampong itu.

Keuchik bahkan menduga limbah ini memang sengaja dibuang oleh pihak pabrik PT AMI dan ini tentunya sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan berdampak terhadap lingkungan.

Dirinya selaku pemimpinan di gampong mengecam keras tindakan pembuangan limbah cair diduga dari pabrik lem ini, dan meminta pertangungjawaban pihak perusahaan.

Bahkan menurutnya, persoalan pembuangan limbah zat kimia diduga dari PT AMI ini juga harus diproses hukum oleh pihak berwajib.

Keuchik ini juga khawatir warga sekitar akan melakukan aksi, karena sampai sekarang pihak perusahaan tak ada itikad baik melakukan pertemuan dengan maayarakat.

Dikonfirmasi Serambinews.com secara terpisah melalui telepon, Asisten Manejer PT AMI, Dody, mengaku dirinya tak memahami persoalan itu karena bukan bidang dan wewenangnya.

Ia menyarankan Serambinews.com menemui pihak humas PT AMI pada Senin (04/05/2020), karena berhubung hari ini hari libur.

Lalu nomor kontak pihak humas yang bisa dihubungi, diakuinya juga tak ada padanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved