Luar Negeri
Saudi Perketat Anggaran, Kota Industri Dammam Dikarantina
Kerajaan Arab Saudi membuka semua opsi dalam menghadapi tantangan perekonomian, dampak virus Corona, terutama memperketat pengeluaran.
SERAMBINEWS.COM, JEDDAH – Kerajaan Arab Saudi membuka semua opsi dalam menghadapi tantangan perekonomian, dampak virus Corona, terutama memperketat pengeluaran.
Salah satunya, menutup total Dammam, kota industri di Arab Saudi mulai Minggu (3/5/2020).
Menteri Keuangan (Menkeu) Saudi Mohammed Al-Jadaan, Sabtu (2/5/2020) mengatakan tantangan perekonomian sangat besar, baik Arab Saudi maupun dunia, tetapi tidak akan selesai dalam waktu bersamaan.
“Arab Saudi akan mengambil langkah tegas dan menyakitkan untuk menangani dampak, dan semua opsi terbuka untuk menangani krisis ini secara terbuka," kata menteri itu dalam wawancara dengan TV Al-Arabiya.
"Kita harus mengurangi pengeluaran anggaran," kata Al-Jadaan, dan beberapa proyek pemerintah mungkin ditunda.
Al-Jadaan mengatakan kesejahteraan warga adalah prioritas utama, tetapi beberapa tindakan yang diambil akan menyakitkan.
“Tindakan yang diambil untuk memotong pengeluaran tidak cukup, dan keuangan publik Saudi akan membutuhkan lebih banyak kontrol.”
"Biaya harus dikurangi untuk mengatasi dampak virus Corona dan kita harus berhati-hati untuk tidak menambah utang."
“Kami saat sedang meninjau serangkaian inisiatif untuk mendukung ekonomi, sektor swasta dan sektor kesehatan.”
“Pendapatan telah turun secara dramatis dan diperkirakan akan terus turun tahun ini dan mungkin sampai awal tahun depan. Karena itu kita harus siap, secara ekonomi dan finansial, untuk menghadapi pandemi ini.”
"Kita harus merencanakan yang terburuk, menangani masalah dengan serius dan terus memberikan layanan kepada warga dan ekspatriat, dan mengelola pemerintah."
Al-Jadaan mengatakan Kerajaan merilis paket dukungan ekonomi bernilai SAR 180 miliar atau 47,8 miliar.
Tetapi dia mengaku telah menggunakan SAR1 triliun dari cadangan selama empat tahun terakhir ini.
"Dampak nyata dari pandemi virus Corona akan muncul pada kuartal kedua, dan kita harus menghadapi kejutan yang sangat besar," katanya.
"Kita harus mengencangkan ikat pinggang untuk keluar dari krisis ini dengan kuat,” tutup Menkeu Arab Saudi itu.
• Saudi Umumkan 1.362 Kasus Baru Covid-19
• Saudi Bantu Palestina Rp 36 Miliar, Israel Izinkan Kembali Warga Palestina Bekerja
• Saudi Hukum Penyebar Hoax, Pilih Penjara atau Denda Rp 11,7 Miliar
Sementara, jumlah kasus virus mencapai 25.459 orang sampai Sabtu (2/5/2020), atau bertambah 1.362 orang .
Jumlah kematian bertambah tujuh orang, sehingga menjadi 176 orabg dan di seluruh dunia, virus telah menginfeksi hampir 3,5 juta orang, dan menewaskan lebih dari 240.000 orang.
Selain itu, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengisolasi Dammam untuk mencegah masuk dan keluarnya warga mulai Minggu (3/5/2020) sampai pemberitahuan lebih lanjut, lapor Saudi Press Agency (SPA), Minggu (3/5/2020).
Tetapi, penduduk bisa keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore waktu setempat.
Pekerjaan penting seperti pengiriman dan pengangkutan barang tetap diizinkan beroperasi.
Pabrik-pabrik vital di kawasan industri kedua Saudi itu diizinkan beroperasi, tetapi hanya sepertiga dari kapasitas produksinya.
Langkah-langkah ini telah diambil dalam upaya Arab Saudi untuk mencegah penyebaran virus Corona lebih luas lagi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/menteri-keuangan-arab-saudi.jpg)