Senin, 4 Mei 2026

Berita Aceh Barat

GeRAK Aceh Barat Sesali Proyek Jamban di Marek Terbengkalai, Warga Masih Gunakan 'WC Terbang'

Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat menyesalkan program pembangunan jamban kepada warga kurang mampu di kawasan Desa Marek

Tayang:
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/SA’DUL BAHRI
Warga memperlihatkan septic tank tempat penampungan dan pengolahan tinja yang dibangun oleh pihak rekanan yang tidak dilengkapi klosek, sehingga sampai saat ini belum bisa dimanfaatkan, di Desa Marek, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (3/5/2020) 

Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat menyesalkan program pembangunan jamban kepada warga kurang mampu di kawasan Desa Marek, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat.

Pasalnya, pembangunan yang hanya dikerjakan septic tank saja atau tanki tempat penampungan tinja.

Program yang tak tuntas ini dinilai patut dilakukan pengusutan, bagaimana sebenarnya pengerjaan tersebut.

“Pengerjaan septic tank itu terkesan sia-sia, sebab hingga saat ini warga masing membuang air besar ke sungai dan wc umum di Masjid,” ungkap Koordinator GeRAK Aceh Barat Edy Syahputra kepada Serambinews.com, Senin (4/5/2020) yang telah menelusuri pronyek gagal tersebut.

6 Ruko di Samar Kilang Terbakar, Mobil Pemadam tak Datang, Warga Padamkan Api Pakai Ember

Pembangunan septic tank saja sempat mengejutkan semua pihak.

Sebab hal tersebut terkesan telah membohongi warga, pasalnya, jamban yang merekan butuhkan hingga saat ini  belum terwujud.

Disebutkan, proyek tersebut diduga dari Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Aceh Barat.

Hal tersebut terkesan menjadi sia-sia dan mubazir, sebab hingga saat ini belum bisa dirasakan langsung azas manfaatnya oleh masyarakat. 

Terkait hal tersebut, GeRAK mendorong agar adanya pemeriksaan dari pihak berwenang atas proyek tersebut.

Karena diduga telah menjadi proyek mubazir dan sia-sia, atau adanya permainan dari pihak tertentu hingga proyek jamban gagal dan terbengkalai.

Empat Bersaudara Yatim Piatu Terima Bantuan Rumah, Diserahkan Wakil Wali Kota Langsa

Dikatakan Edy, bahwa dari laporan dan fakta di lapangan, tercatat bahwa Program Pamsimas tersebut banyak menimbulkan persoalan dan diniliai jauh dari harapan.

Sebab tidak mampu menjawab kebutuhan air bersih serta sanitasi yang sehat untuk warga setempat.

“Laporan dan fakta lapangan yang kita dapatkan seperti di Desa Marek saat sekitar 40 unit rumah belum memiliki jamban.

Proyek Pamsimas yang dikerjakan di tahun 2017 lalu itu hanya sebatas pembangunan septic tank saja, selain itu tidak ada, warga yang lama menanti merasa sangat kecewa seperti ada bentuk pembohongan, dan hingga saat ini warga belum bebas dari wc terbang,” ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved