Rabu, 3 Juni 2026

Luar Negeri

Warga Haiti: “Mati Kelaparan Hari Ini atau Besok Karena Virus Corona?

Penduduk Haiti, negara termiskin di Benua Amerika mempertanyakan kebijakan pemerintah yang akan memberlakukan lockdown atau penguncian untuk mencegah

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Pierre Michel Jean
Seorang pria memakai masker, seusai pemerintah mengumumkan sudah ada korban virus Corona di Ibu Kota Port-au-Prince, Haiti pada 2 Mei 2020. 

"Kami ingin mengatakan, ketika ekonomi Amerika menderita flu, Haiti menderita pneumonia: Jutaan pekerjaan yang hilang di Amerika Serikat pasti akan menyebabkan memburuknya kemiskinan ekstrem," katanya.

Warga Haiti di luar negeri, terutama Amerika Serikat telah lama mencegah negara itu jatuh ke dalam kemiskinan lebih dalam dengan mengirim uang ke rumah.

Dilaporkan, lebih dari 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 45,5 triliun  ditransfer kembali ke Haiti setiap tahun oleh mereka yang tinggal di luar negeri, dengan total sekitar sepertiga dari PDB negara itu.

"Rakyat Haiti bergantung pada pengiriman uang untuk makanan, pendidikan, dan bahkan pemakaman," kata ekonom Haiti, Kesner Pharel.

Namun, warga yang berbasis di Amerika Serikat, menghadapi gelombang pengangguran besar-besaran seusai pandemi menyapu ekonom terbesar di dunia itu.

"Dengan krisis yang membayangi, kami memperkirakan penurunan hampir empat persen produk bruto domestik,” kata Perdana Menteri, Joseph Jouthe selama pertemuan puncak keuangan tahunan yang diadakan secara online, Senin (4/5/2020).

Sementara itu, setengah warga Haiti bekerja di sektor pertanian, menyumbang 21 persen dari PDB, menurut ekonom Haiti, Etzer Emile.

Dia mengatakan pekerja miskin yang memiliki pertanian kecil akan terancam kelaparan pada musim kemarau ini.

Bahkan, untuk membuat persiapan tanam berikutnya semakin sulit, terutama di wilayah tertentu yang sudah terancam kekeringan.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved