Luar Negeri
Warga Haiti: “Mati Kelaparan Hari Ini atau Besok Karena Virus Corona?
Penduduk Haiti, negara termiskin di Benua Amerika mempertanyakan kebijakan pemerintah yang akan memberlakukan lockdown atau penguncian untuk mencegah
SERAMBINEWS.COM, PORT-AU-PRINCE – Penduduk Haiti, negara termiskin di Benua Amerika mempertanyakan kebijakan pemerintah yang akan memberlakukan lockdown atau penguncian untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Bagi orang Haiti muncul pertanyaan utama: “Mati kelaparan hari ini atau besok karena virus Corona?
Hal itu terlihat dalam aksi demo para pedagang di puncak bukit timur Port-au-Prince, pinggiran Petionville.
Para pedagang memilih opsi terakhir, memprotes aturan yang membatasi perdagangan, hanya tiga hari dalam seminggu.
Mereka beralasan tindakan itu telah membuat panik warga seusai pengumuman 19 Maret 2020 bahwa COVID-19 telah tiba di pantai Haiti.
• 5 Kabar Baik Penanganan Wabah Corona di Indonesia, 14 Provinsi Tak Laporkan Kasus Baru
• Makan Bersama Berujung Petaka, 1 Keluarga di Sulawesi Positif Corona, Warga Perumahan Diisolasi
• Rusia Catat 10.000 Korban Corona Dalam Sehari
Bagaimana tidak, keluarga kaya melakukan pembelian lebih banyak dibandingkan biasanya, padahal stok barang sangat terbatas.
Belum lagi kebijakan tinggal di rumah dan menjaga jarak sosial yang tidak mungkin diikuti oleh warga, karena sebagian besar bekerja di sektor informal.
Para pedagang juga mempertanyakan harga bahan pokok seperti beras terus naik sampai dua kali lipat dibandingkan 2019 lalu.
Sementara, pemerintah Haiti, akan segera mewajibkan seluruh warga memakai masker mulai 11 Mei 2020, seperti dilansir AFP, Senin (4/5/2020).
Apalagi, virus Corona muncul di Haiti telah membuat ahli kemanusiaan panik, khawatir tentang sistem kesehatan di negara itu.
Bahkan, ada konsekuensi ekonomi pandemi itu bisa membuktikan lebih mematikan bagi orang miskin.
Dengan hanya delapan kematian akibat virus resmi pada Sabtu (2/5/), pandemi COVID-19 diperkirakan akan terus tumbuh di Haiti.
Jauh sebelum pandemi Corona melumpuhkan ekonomi global, PBB memperingatkan sekitar 40 persen warga Haiti akan membutuhkan bantuan kemanusiaan darurat pada 2020.
Perkiraan tersebut diproyeksikan mulai Maret 2020, hampir tiga juta warga Haiti terancam kelaparan, kata PBB.
Sedangkan Kementerian Ekonomi dan Keuangan Haiti memperkirakan bantuan keuangan akan turun hampir seperempat dalam beberapa bulan mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-haiti-di-ibu-kota-port-au-prince.jpg)