Kamis, 28 Mei 2026

Luar Negeri

Warga Haiti: “Mati Kelaparan Hari Ini atau Besok Karena Virus Corona?

Penduduk Haiti, negara termiskin di Benua Amerika mempertanyakan kebijakan pemerintah yang akan memberlakukan lockdown atau penguncian untuk mencegah

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Pierre Michel Jean
Seorang pria memakai masker, seusai pemerintah mengumumkan sudah ada korban virus Corona di Ibu Kota Port-au-Prince, Haiti pada 2 Mei 2020. 

SERAMBINEWS.COM, PORT-AU-PRINCE – Penduduk Haiti, negara termiskin di Benua Amerika mempertanyakan kebijakan pemerintah yang akan memberlakukan lockdown atau penguncian untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Bagi orang Haiti muncul pertanyaan utama: “Mati kelaparan hari ini atau besok karena virus Corona?

Hal itu terlihat dalam aksi demo para pedagang di puncak bukit timur Port-au-Prince, pinggiran Petionville.

Para pedagang memilih opsi terakhir, memprotes aturan yang membatasi perdagangan, hanya tiga hari dalam seminggu.

Mereka beralasan tindakan itu telah membuat panik warga seusai pengumuman 19 Maret 2020 bahwa COVID-19 telah tiba di pantai Haiti.

5 Kabar Baik Penanganan Wabah Corona di Indonesia, 14 Provinsi Tak Laporkan Kasus Baru

Makan Bersama Berujung Petaka, 1 Keluarga di Sulawesi Positif Corona, Warga Perumahan Diisolasi

Rusia Catat 10.000 Korban Corona Dalam Sehari

Bagaimana tidak, keluarga kaya melakukan pembelian lebih banyak dibandingkan biasanya, padahal stok barang sangat terbatas.

Kepala perawat, Nadya Julien (kiri) menjawab pertanyaan wartawan AFP tentang penyebaran virus Corona terhadap komunitas buruh Haiti yang bekerja di industri peternakan Salisbury, Maryland, AS pada 2 Mei 2020.
Kepala perawat, Nadya Julien (kiri) menjawab pertanyaan wartawan AFP tentang penyebaran virus Corona terhadap komunitas buruh Haiti yang bekerja di industri peternakan Salisbury, Maryland, AS pada 2 Mei 2020. (AFP/Eric BARADAT)

Belum lagi kebijakan tinggal di rumah dan menjaga jarak sosial yang tidak mungkin diikuti oleh warga, karena sebagian besar bekerja di sektor informal.

Para pedagang juga mempertanyakan harga bahan pokok seperti beras terus naik sampai dua kali lipat dibandingkan 2019 lalu.

Sementara, pemerintah Haiti, akan segera mewajibkan seluruh warga memakai masker mulai 11 Mei 2020, seperti dilansir AFP, Senin (4/5/2020).

Apalagi, virus Corona muncul di Haiti telah membuat ahli kemanusiaan panik, khawatir tentang sistem kesehatan di negara itu.

Bahkan, ada konsekuensi ekonomi pandemi itu bisa membuktikan lebih mematikan bagi orang miskin.

Dengan hanya delapan kematian akibat virus resmi pada Sabtu (2/5/),  pandemi COVID-19 diperkirakan akan terus tumbuh di Haiti.

Jauh sebelum pandemi Corona melumpuhkan ekonomi global, PBB memperingatkan sekitar 40 persen warga Haiti akan membutuhkan bantuan kemanusiaan darurat pada 2020.

Perkiraan tersebut diproyeksikan mulai Maret 2020, hampir tiga juta warga Haiti terancam kelaparan, kata PBB.

Seorang pengemudi taksi mencuci tangan di tanki air yang disediakan oleh pemerintah di Distrik Nerette, Port-au-Prince, Haiti pada 26 Maret 2020.
Seorang pengemudi taksi mencuci tangan di tanki air yang disediakan oleh pemerintah di Distrik Nerette, Port-au-Prince, Haiti pada 26 Maret 2020. (AFP/Pierre Michel Jean)

Sedangkan Kementerian Ekonomi dan Keuangan Haiti memperkirakan bantuan keuangan akan turun hampir seperempat dalam beberapa bulan mendatang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved